Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

4,3 Juta Mobil Listrik China Ditarik karena Gagang Darurat Sulit Ditemukan

Lebih dari 4,3 juta mobil listrik di China ditarik kembali akibat gagang pintu darurat yang sulit diakses saat kegagalan sistem, mengancam keselamatan penumpang dalam kecelakaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 22.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
4,3 Juta Mobil Listrik China Ditarik karena Gagang Darurat Sulit Ditemukan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 4,3 juta unit mobil listrik yang beredar di pasar China kini tengah menjalani penarikan massal akibat risiko keselamatan terkait mekanisme gagang pintu darurat. Masalah ini ditemukan setelah sejumlah insiden kecelakaan dan kebakaran di mana penumpang terjebak di dalam kendaraan karena gagang pintu mekanis tidak dapat dioperasikan, terutama saat sistem kelistrikan gagal. Kejadian tersebut menjadi pemicu pengenaan aturan baru dan perbaikan mendesak dari sejumlah produsen otomotif.

Penarikan ini melibatkan sembilan merek, termasuk Tesla, Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, dan Geely, dengan Tesla menjadi yang paling besar, menarik sekitar 2,98 juta unit. Perbaikan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak jarak jauh (OTA) dan pemasangan label peringatan pada gagang pintu darurat. Untuk Tesla, sistem akan diperbaiki agar jendela otomatis turun setelah terjadi tabrakan, memudahkan evakuasi penumpang maupun penyelamat dari luar.

Produsen lain juga turut serta dalam proses penarikan. Xiaomi menarik sekitar 390 ribu unit, Leapmotor 371 ribu, dan Xpeng 264 ribu. Perbaikan mayoritas dilakukan tanpa perlu bongkar kendaraan, melalui pembaruan software dan penambahan informasi visual pada interior. Leapmotor menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen terhadap keselamatan pengguna, sesuai prosedur resmi recall yang dijalankan.

Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah China memperketat standar keselamatan kendaraan listrik. Mulai 2027, penggunaan gagang pintu tersembunyi akan dilarang, mengingat desain tersebut dinilai rentan menyulitkan akses darurat. Hal ini menandai pergeseran regulasi menyusul adanya kritik terhadap desain modern yang mengandalkan teknologi digital tanpa cadangan mekanis.

Dengan pendekatan berbasis OTA, biaya dan waktu perbaikan diperkirakan lebih rendah dibanding recall tradisional. Ahli industri menilai bahwa kemajuan teknologi memungkinkan penanganan masalah besar tanpa perlu menggerakkan kendaraan ke bengkel. Di sisi lain, regulator Amerika Serikat juga sedang mempertimbangkan standar serupa, meski belum ada laporan recall serupa dari produsen di pasar AS.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya