4 Tanda Kamu Terlalu Sering Menunda Tugas
Menunda pekerjaan bukan sekadar kebiasaan ringan, tetapi bisa jadi indikator masalah produktivitas dan stres jika terus berulang tanpa perbaikan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 32x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Banyak orang merasa memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas, namun justru memilih menundanya hingga mendekati batas akhir. Fenomena ini sering kali muncul dari ketidakmampuan menentukan prioritas, keinginan menunggu suasana kerja yang sempurna, atau bahkan rasa cemas terhadap hasil akhir. Ketika kebiasaan ini berulang, tugas yang seharusnya dikerjakan secara bertahap justru menumpuk, menciptakan beban mental yang semakin besar.
Salah satu ciri khas penundaan adalah menghindari pekerjaan utama meski sudah jelas penting. Alih-alih mulai mengerjakan laporan atau proyek, seseorang justru memilih aktivitas lain seperti merapikan meja, membuka media sosial, atau berbincang dengan rekan kerja. Aktivitas semacam ini, meski terlihat netral, justru menjadi pelarian dari tugas yang menimbulkan ketegangan.
Ketika tenggat waktu semakin dekat, pekerjaan baru dimulai secara mendadak, mengakibatkan hasil yang kurang matang dan kualitas kerja menurun. Bahkan, rekan kerja atau atasan sering kali harus mengingatkan kembali tentang status tugas yang belum selesai. Pengingat berulang seperti ini adalah tanda bahwa sistem manajemen waktu belum efektif dan perlu evaluasi mendalam.
Kemudian, mudah teralihkan oleh hal-hal yang tidak mendesak juga menjadi indikator kuat penundaan. Perhatian yang terus bergeser dari tugas utama ke aktivitas kecil seperti menata daftar tugas atau memeriksa pesan masuk menunjukkan bahwa fokus kerja sedang terganggu. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan strategi seperti menentukan prioritas harian, membuat jadwal kerja khusus, menghindari gangguan digital, serta memecah pekerjaan besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tiga Tokoh Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Tiga tokoh dari berbagai latar belakang berhasil menyabet penghargaan dalam kategori Partisipasi Publik pada ajang Penghargaan Energi Subroto 2026 di Jakarta.
24 Oktober 2026

PLN Nusantara Power dan Eco Prima Jadi Pemenang Energi Subroto 2026
Dua perusahaan, PLN Nusantara Power dan Eco Prima Energi, meraih penghargaan Energi Subroto 2026 dalam kategori transformasi digital dan hilirisasi nilai tambah.
24 Oktober 2026

BRI Salurkan 270 Pompa Air Atasi Karhutla di Kalimantan Barat
BRI menyalurkan 270 unit mesin pompa air dan perlengkapan penunjang untuk dukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat melalui program BRI Peduli.
24 Oktober 2026

Transmart Gelar Diskon Besar-Besaran Sehari Penuh
Transmart kembali menggelar Full Day Sale dengan potongan harga hingga 50 persen dan tambahan diskon 20 persen untuk pembayaran melalui layanan tertentu.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Wall Street Picu Pelemahan Bursa Asia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

IHSG Melonjak, Saham BBRI dan AMMN Pimpin Penguatan Pasar
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

IHSG Awal Perdagangan Naik 0,18% ke 5.397
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

Rupiah Melemah Tipis di Awal Pekan, Tekanan Global Masih Menghantui
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

Bank Mandiri Bagi Dividen Rp50,63 Triliun dan Realisasi Buyback 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

50 Juta Warga Belum Punya Rekening, Pemerintah Siapkan Solusi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

