5.000 Pelaut AS Tiba, Thailand Perketat Razia Prostitusi Pattaya
Thailand melakukan operasi penertiban di Pattaya menyusul kedatangan kapal induk AS yang membawa 5.000 personel militer setelah hampir 10 bulan berlayar tanpa singgah.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln ke pelabuhan Laem Chabang, Thailand, memicu peningkatan aktivitas penegakan hukum di kawasan hiburan malam Pattaya. Sebanyak 40 hingga 50 orang ditangkap dalam operasi polisi yang berlangsung akhir pekan, menyusul kekhawatiran terhadap potensi eksploitasi perempuan akibat kedatangan ribuan pelaut AS yang baru saja menyelesaikan penugasan laut berkepanjangan.
Para petugas mengaku kesulitan menangani persoalan prostitusi yang secara formal ilegal, namun tetap marak di kawasan tersebut. Kepala Polisi Pattaya, Anek Srathongyoo, menyatakan upaya penertiban memang kompleks karena praktik tersebut telah menjadi bagian dari budaya lokal yang sulit dihapuskan secara tiba-tiba.
Organisasi anti-perdagangan manusia Free Rain International mempertanyakan keputusan Angkatan Laut AS memilih Pattaya sebagai lokasi persinggahan. Dianna Bautista, salah satu pendiri organisasi tersebut, menilai pilihan lokasi ini tidak kebetulan, terlebih karena para pelaut telah terkurung di kapal selama hampir satu dekade dalam kondisi terbatas. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kesejahteraan perempuan di kawasan yang dikenal sebagai pusat wisata seks dunia.
Untuk meminimalkan risiko, otoritas Thailand dan perwakilan militer AS telah menetapkan aturan ketat bagi personel kapal. Mereka dilarang memasuki kawasan prostitusi, toko ganja, apotek, serta aktivitas berbasis air. Pelanggaran aturan terkait ganja bisa dikenai hukuman maksimal satu tahun penjara dan denda sekitar US$600 atau setara Rp10,62 juta.
USS Abraham Lincoln rencananya akan berada di Thailand selama empat hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju pangkalan di San Diego. Persinggahan ini menjadi kesempatan bagi awak kapal untuk beristirahat setelah lebih dari 200 hari beroperasi di laut. Sementara itu, kapal induk USS George Washington telah mengambil alih tugas operasional di kawasan tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Empat karya seni Renoir hilang dari museum di Cagnes-sur-Mer, dua di antaranya telah ditemukan kembali dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
9 September 2026

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.
9 September 2026

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026

OJK Perkuat Pengawasan Asuransi Ilegal, Dorong Ekosistem Keuangan Syariah
OJK menegaskan penegakan hukum di sektor asuransi ilegal dan percepatan transformasi keuangan syariah melalui pemisahan unit, ekosistem daerah, serta program edukasi nasional hingga Agustus 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


