Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

6 Gunung Meletus, Pemerintah Pantau Dampak Ekonomi dan Logistik

Pemerintah memantau dampak erupsi 6 gunung berapi terhadap mobilitas, ekonomi, dan logistik, khususnya sektor penerbangan dan distribusi kargo.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
6 Gunung Meletus, Pemerintah Pantau Dampak Ekonomi dan Logistik
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini tengah memperhatikan secara intensif dampak aktivitas vulkanik dari enam gunung berapi yang mengalami erupsi secara bersamaan. Fokus utama pemantauan meliputi penurunan aktivitas masyarakat dan gangguan pada rantai distribusi logistik, terutama yang melibatkan penerbangan komersial dan pengiriman kargo. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kestabilan ekonomi di wilayah terdampak, terutama yang bergantung pada konektivitas transportasi.

Enam gunung yang mengalami aktivitas erupsi adalah Sinabung di Sumatra Utara, Anak Krakatau di Selat Sunda, Semeru di Jawa Timur, Ibu di Maluku Utara, serta Lewotobi Laki-laki dan Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa gangguan pada sektor penerbangan telah terjadi, terutama akibat abu vulkanik yang mengganggu operasional pesawat. Hal ini berdampak langsung pada kelancaran pengiriman barang dan pergerakan orang.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa pemantauan terus dilakukan untuk menilai durasi dan cakupan gangguan, serta menentukan respons yang tepat guna menjaga kelancaran ekonomi dan pasokan kebutuhan pokok. Langkah ini dilakukan agar penanganan bencana tetap berjalan efektif tanpa menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Menteri Keuangan menyatakan bahwa dampak erupsi Anak Krakatau secara keseluruhan belum terasa signifikan terhadap kondisi perekonomian nasional. Ia menilai bahwa durasi erupsi yang relatif singkat dan intensitas abu yang tidak terlalu tebal tidak akan menimbulkan tekanan ekonomi besar. Ia membandingkan situasi ini dengan bencana serius di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan NTT, yang memiliki dampak lebih luas dan kompleks.

Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara respons darurat, perlindungan masyarakat, dan keberlanjutan ekonomi. Dengan pemantauan berkelanjutan dan koordinasi lintas sektor, upaya ini bertujuan meminimalkan gangguan jangka pendek sambil memastikan ketersediaan kebutuhan dasar dan stabilitas ekonomi di wilayah terdampak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya