Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

8 Pejabat Diberhentikan, Kasus Kebakaran Rumah Sakit di Islamabad Dikaji Pidana

Delapan pejabat di rumah sakit Islamabad diberhentikan dan akan dituntut secara pidana akibat kebakaran yang menewaskan 14 bayi dalam waktu kurang dari dua menit.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
8 Pejabat Diberhentikan, Kasus Kebakaran Rumah Sakit di Islamabad Dikaji Pidana📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peristiwa kebakaran mengerikan di ruang perawatan bayi sebuah rumah sakit di ibu kota Islamabad pada Rabu (26/8) sekitar pukul 06.30 waktu setempat telah memicu tindakan tegas dari pemerintah Pakistan. Perdana Menteri Shehbaz Sharif langsung memerintahkan penangguhan delapan pejabat terkait, termasuk direktur eksekutif rumah sakit, kepala departemen neonatal, dan direktur jenderal layanan darurat Islamabad. Keputusan ini merupakan respons terhadap temuan awal yang menunjukkan kegagalan sistematis dalam tata kelola keselamatan dan respons darurat.

Laporan awal dari komite investigasi empat orang yang dibentuk oleh Sharif mengungkapkan bahwa api menyebar sangat cepat, hanya dalam waktu sekitar dua menit, dan hanya satu bayi berhasil diselamatkan oleh seorang perawat. Di dalam ruangan saat kebakaran terjadi, hanya dua perawat, seorang petugas keamanan perempuan, dan satu petugas lain yang hadir, tanpa adanya staf pengawas. Komite juga menemukan tidak adanya prosedur operasional standar maupun pelatihan darurat kebakaran yang memadai di fasilitas tersebut.

Respon layanan darurat juga menjadi sorotan, dengan laporan menyebut bahwa petugas pertama baru tiba di lokasi 15 menit setelah kebakaran terjadi, padahal layanan darurat telah dipanggil enam menit setelah api muncul. Beberapa saksi dan keluarga korban melaporkan adanya hambatan dalam evakuasi, termasuk dugaan penahanan oleh petugas keamanan terhadap orang-orang yang berusaha keluar dari gedung. Menteri Kesehatan Mustafa Kamal menyatakan awalnya kebakaran diduga berasal dari percikan pendingin ruangan, namun sumber api masih belum dikonfirmasi secara pasti.

Sharif menegaskan bahwa siapa pun yang terbukti bersalah secara kriminal dalam insiden ini tidak akan mendapatkan keringanan hukum. “Mereka yang bertanggung jawab atas kelalaian pidana tidak layak mendapatkan konsesi apa pun,” tegasnya dalam pernyataan pada Sabtu (29/8). Ia juga menyatakan bahwa perusahaan yang bertanggung jawab atas sistem keamanan rumah sakit akan dikenai tindakan hukum, meskipun belum disebutkan namanya. Sebelumnya, Sekretaris Kesehatan Aslam Ghori telah diberhentikan menyusul insiden tragis tersebut. Kebakaran besar yang terjadi di Pakistan kerap kali disebabkan oleh kekurangan aturan keselamatan bangunan dan penegakan hukum yang lemah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya