Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

8 WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, DPR Soroti Kehilangan Kewarganegaraan

DPR memperingatkan bahwa bergabung dengan militer negara asing menyebabkan kehilangan status WNI secara otomatis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 09.55 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
8 WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, DPR Soroti Kehilangan Kewarganegaraan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menegaskan bahwa keanggotaan dalam militer negara asing secara hukum mengakibatkan kehilangan kewarganegaraan Indonesia. Pernyataan ini disampaikan menyusul informasi yang beredar mengenai delapan warga negara Indonesia diduga menjadi tentara bayaran bagi Rusia. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan memiliki konsekuensi hukum yang jelas dan tidak dapat ditarik kembali.

TB Hasanuddin menjelaskan bahwa alasan utama di balik keputusan tersebut umumnya terkait faktor ekonomi, termasuk imbalan tinggi dan akses percepatan kewarganegaraan. Ia menyebut, beberapa individu mungkin memilih jalan ini setelah lama tinggal di negara lain dan ingin mempercepat proses naturalisasi. Namun, ia menekankan bahwa pilihan itu harus disertai kesadaran penuh akan akibat hukum yang mengikutinya.

Ia mengungkapkan bahwa meski pemerintah tidak bisa mengubah keputusan yang telah diambil, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi negara. Menurutnya, Kementerian Luar Negeri perlu memperkuat sosialisasi kepada warga negara bahwa ikut serta dalam kekuatan militer asing berarti kehilangan kewarganegaraan secara otomatis. Upaya ini harus dilakukan secara proaktif agar tidak terulang di masa depan.

Informasi awal berasal dari intelijen Ukraina yang menyebutkan bahwa janji bayaran tinggi, tugas non-tempur, serta kemudahan proses kewarganegaraan Rusia menjadi daya tarik utama bagi mereka yang terlibat. Pemerintah Indonesia kini sedang melakukan verifikasi melalui perwakilan di Rusia dan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk memastikan keakuratan data.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya