Aa Juju dan Hyundai Sepakati Diskusi Langsung Soal Kendala Ioniq 5
Influencer Aa Juju bertemu langsung dengan petinggi Hyundai setelah mengungkapkan kekecewaan terkait masalah teknis pada mobil listrik Ioniq 5 yang ia beli secara tunai.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 22.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pertemuan antara influencer Aa Juju dengan perwakilan tingkat manajemen PT Hyundai Motors Indonesia berlangsung secara langsung di sebuah restoran di Jakarta. Kehadiran kedua belah pihak terungkap melalui unggahan resmi dari Chief Operating Officer perusahaan, Fransiscus Soerjopranoto, yang menegaskan bahwa diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan produktif. Dalam keterangan foto yang dibagikan, Frans menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran Aa Juju serta menyebut perspektif yang disampaikan dinilai sangat berharga bagi perusahaan.
Aa Juju menyatakan komitmen untuk tetap menjadi pelanggan setia Hyundai meskipun mengalami sejumlah kendala teknis pada kendaraan listrik Ioniq 5 yang dimilikinya. Ia menekankan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk pengakuan atas kekhawatiran yang disampaikannya secara publik melalui media sosial. Kekecewaan awal muncul dari ketidakberfungsian fitur fast charging, aki yang tiba-tiba melemah setelah parkir paralel, hingga mobil yang sempat mogok total, yang menurutnya memicu kekhawatiran serius terhadap keandalan kendaraan listrik.
Kritik juga disampaikan terkait ketidakjelasan informasi dari pihak penjualan mengenai prosedur parkir paralel. Sebelum pembelian, sales menjanjikan bahwa aktivitas tersebut aman, namun setelah pemakaian, teknisi menyarankan agar dihindari. Ketidaksesuaian ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam keputusan pembelian, sehingga kejadian tersebut menimbulkan ketidakpercayaan terhadap konsistensi informasi dari agen penjualan.
Pertemuan di diler Hyundai Gowa Fatmawati sebelumnya tidak menyelesaikan persoalan, bahkan berujung pada perdebatan dengan supervisor sales yang dianggap kurang memahami spesifikasi teknis kendaraan. Rekaman percakapan yang diunggah ke platform digital sempat viral dan menjadi sorotan publik. Setelah kejadian tersebut, pihak penjualan telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial. Kini, dengan adanya pertemuan langsung di tingkat manajemen, diharapkan dapat menjadi awal dari penyelesaian yang lebih sistematis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


