Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, Warga Diminta Waspadai Kesehatan

Gubernur Jakarta imbau warga terapkan protokol 5M untuk antisipasi dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah menjangkau Ibu Kota.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, Warga Diminta Waspadai Kesehatan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kedatangan abu vulkanik hasil erupsi Gunung Api Anak Krakatau yang kini telah menyebar hingga wilayah Jakarta. Gubernur Pramono Anung menegaskan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan diri serta keluarga dalam kondisi tersebut, dengan mengedepankan langkah-langkah pencegahan yang telah ditetapkan.

Dalam pernyataan resmi melalui kanal digital, ia menyampaikan bahwa masyarakat harus segera menerapkan protokol 5M sebagai respons terhadap paparan abu vulkanik. Langkah tersebut mencakup penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari iritasi saluran pernapasan, serta memakai kacamata sebagai pelindung mata dari partikel tajam yang dapat menyebabkan perih atau gangguan penglihatan.

Warga juga diminta membatasi kegiatan di luar ruangan jika tidak mendesak, mengingat paparan abu berpotensi memicu gangguan pernapasan seperti ISPA dan iritasi kulit. Selain itu, penting untuk menutup rapat semua sumber air dan makanan di rumah agar tidak terkontaminasi oleh endapan abu, serta mencuci tubuh dan kendaraan secara rutin jika terpapar debu vulkanik.

Pemerintah provinsi terus menjalin koordinasi intensif dengan BMKG dan BNPB untuk memantau kualitas udara secara real-time. Imbauan tetap tenang dan tidak panik ditegaskan, dengan masyarakat diminta hanya mengikuti informasi resmi yang disebarkan oleh instansi pemerintah terkait perkembangan situasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya