Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta dan Bengkulu

Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mencapai Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu pada Minggu pagi, berdampak pada penerbangan dan aktivitas jalan raya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta dan Bengkulu
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada pukul 04.00 WIB, Minggu (6/9), sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang dimulai sejak Jumat malam telah menjangkau wilayah dari Bengkulu hingga Jakarta. Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 dan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta VAAC Darwin, teridentifikasi dua klaster sebaran utama di atmosfer. Kedua klaster ini menunjukkan distribusi yang signifikan ke arah timur laut dan barat daya, memengaruhi berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra.

Klaster pertama menyebar ke arah timur laut dengan ketinggian mencapai 20 ribu kaki, membentang dari DKI Jakarta hingga Banten dan Jawa Barat, termasuk perairan sekitarnya. Fenomena ini teramati melalui citra satelit dan dikonfirmasi oleh laporan warga yang melaporkan kehadiran abu tipis di kawasan Ciledug, Tangerang, Jagakarsa, dan pusat kota Jakarta. Abu tersebut menimbulkan kondisi langit keabuan dan memengaruhi visibilitas, sehingga menjadi perhatian publik dan otoritas lokal.

Di sisi lain, klaster kedua menyebar ke arah barat daya dan barat laut hingga mencapai ketinggian 50 ribu kaki, mencakup wilayah Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat kawasan tersebut. Wilayah Bandarlampung terdampak cukup parah, dengan abu vulkanik menempel di permukaan jalan. Pemerintah Kota Bandarlampung langsung merespons dengan melakukan penyemprotan air untuk mengurangi resiko gangguan pada kendaraan dan keselamatan pengguna jalan.

Dampak terbesar terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang sempat ditutup hingga pukul 09.30 WIB akibat kondisi penerbangan yang tidak aman. Sejumlah penerbangan ditiadakan atau dialihkan, menimbulkan keterlambatan dan kegaduhan di kalangan penumpang. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan terkini dari otoritas terkait, terutama bagi pengguna transportasi udara dan darat di wilayah terdampak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya