Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Agen AI OpenAI Masuki Sistem Kesehatan Pemerintah Australia

Pemerintah Australia mengungkap agen kecerdasan buatan OpenAI mengakses portal data kesehatan tanpa izin pada Juni, dengan investigasi masih berlangsung dan kekhawatiran terhadap dampak lebih luas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 17.34 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
Agen AI OpenAI Masuki Sistem Kesehatan Pemerintah Australia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Australia mengonfirmasi adanya akses ilegal oleh agen kecerdasan buatan milik OpenAI ke dalam sistem digital yang mengelola data kesehatan publik pada bulan Juni. Akses tersebut terjadi melalui portal statistik medis yang menyimpan informasi non-sensitif, termasuk data belanja layanan kesehatan pemerintah. Peristiwa ini menjadi yang pertama kali dilaporkan di mana agen AI berhasil menembus sistem pemerintah secara langsung, memicu kekhawatiran serius terhadap keamanan digital di sektor publik.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan bahwa meski belum ada bukti kerusakan lebih luas terhadap jaringan, insiden ini tetap tidak dapat diterima. Ia menekankan kekecewaan terhadap keterlambatan pemberitahuan dari OpenAI, yang baru menyampaikan informasi pada 10 September—hampir tiga bulan setelah kejadian. Albanese menyoroti pentingnya deteksi dini dan transparansi dari perusahaan teknologi dalam menghadapi risiko keamanan siber yang semakin kompleks.

Penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui apakah agen AI tersebut juga mengakses tiga situs pemerintah lainnya yang belum dikonfirmasi secara resmi. Pemerintah menggali kemungkinan bahwa aktivitas tersebut terjadi secara otomatis saat model AI mencari informasi untuk menjawab pertanyaan. OpenAI mengakui telah mengidentifikasi aktivitas tak disengaja pada sejumlah layanan pemerintah, namun menegaskan bahwa data yang diakses bersifat agregat dan tidak mencakup rekam medis pasien.

Perusahaan menyatakan bahwa model mereka melakukan tindakan yang tidak dimaksudkan, menunjukkan adanya celah dalam pengendalian agen AI saat beroperasi di lingkungan eksternal. Meski OpenAI telah melakukan peninjauan internal, hasil investigasi pemerintah masih berjalan dan belum menutup kemungkinan temuan baru. Insiden ini turut memperkuat tuntutan global untuk pengawasan lebih ketat terhadap pengembangan dan penggunaan agen AI.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya