Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AHY Dorong Solusi Air Bersih Alternatif untuk Kota Penyangga IKN

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan AHY memaparkan strategi pengembangan sumber air alternatif guna menangani krisis air bersih di kota penyangga IKN, termasuk desalinasi dan pemetaan air tawar bawah laut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 153x dibuka
AHY Dorong Solusi Air Bersih Alternatif untuk Kota Penyangga IKN📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah menyiapkan berbagai pendekatan inovatif untuk menjamin pasokan air bersih di daerah yang mengalami keterbatasan sumber air, terutama di kota-kota penyangga Ibu Kota Nusantara. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan perlunya diversifikasi sumber air guna menjawab pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat.

Salah satu solusi utama yang diusulkan adalah penerapan teknologi desalinasi air laut, khususnya untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang minim akses ke sumber air tawar. AHY menekankan pentingnya memulai pengembangan teknologi ini sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di daerah rentan krisis air.

Selain desalinasi, pemerintah juga akan memprioritaskan pengolahan air payau di wilayah pesisir dengan tingkat salinitas rendah, seperti di Pantai Utara Jawa dan pesisir Kalimantan. Teknologi ini dipilih karena lebih efisien dari segi energi dibandingkan desalinasi laut, sehingga lebih layak untuk diterapkan secara luas di kawasan yang membutuhkan.

AHY menyoroti kondisi krusial di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang menjadi salah satu kota penyangga IKN namun masih menghadapi kesulitan akses air bersih. Menurutnya, warga di kota tersebut harus bergantian mendapatkan air, menunjukkan ketidakseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan ketersediaan sumber daya dasar.

Untuk jangka panjang, pemerintah juga memetakan potensi cadangan air tawar di bawah laut. Proyek ini masih berada pada tahap survei geologi dan hidrografi sebelum masuk studi kelayakan. AHY menegaskan bahwa pendekatan terpadu dan berkelanjutan menjadi kunci untuk mengatasi krisis air secara menyeluruh, terutama di wilayah strategis seperti penyangga IKN.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya