AHY Dorong Solusi Air Bersih Alternatif untuk Kota Penyangga IKN
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan AHY memaparkan strategi pengembangan sumber air alternatif guna menangani krisis air bersih di kota penyangga IKN, termasuk desalinasi dan pemetaan air tawar bawah laut.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 153x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah menyiapkan berbagai pendekatan inovatif untuk menjamin pasokan air bersih di daerah yang mengalami keterbatasan sumber air, terutama di kota-kota penyangga Ibu Kota Nusantara. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan perlunya diversifikasi sumber air guna menjawab pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat.
Salah satu solusi utama yang diusulkan adalah penerapan teknologi desalinasi air laut, khususnya untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang minim akses ke sumber air tawar. AHY menekankan pentingnya memulai pengembangan teknologi ini sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di daerah rentan krisis air.
Selain desalinasi, pemerintah juga akan memprioritaskan pengolahan air payau di wilayah pesisir dengan tingkat salinitas rendah, seperti di Pantai Utara Jawa dan pesisir Kalimantan. Teknologi ini dipilih karena lebih efisien dari segi energi dibandingkan desalinasi laut, sehingga lebih layak untuk diterapkan secara luas di kawasan yang membutuhkan.
AHY menyoroti kondisi krusial di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang menjadi salah satu kota penyangga IKN namun masih menghadapi kesulitan akses air bersih. Menurutnya, warga di kota tersebut harus bergantian mendapatkan air, menunjukkan ketidakseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan ketersediaan sumber daya dasar.
Untuk jangka panjang, pemerintah juga memetakan potensi cadangan air tawar di bawah laut. Proyek ini masih berada pada tahap survei geologi dan hidrografi sebelum masuk studi kelayakan. AHY menegaskan bahwa pendekatan terpadu dan berkelanjutan menjadi kunci untuk mengatasi krisis air secara menyeluruh, terutama di wilayah strategis seperti penyangga IKN.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Pemkab Klaten dorong santri jadi agen perubahan melalui pendidikan dan kerukunan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
25 Oktober 2026

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Mayapada Hospital Tangerang resmi menyelesaikan tahap topping off gedung keempat sebagai pusat kanker terpadu, dengan target operasional kuartal I 2027.
25 Oktober 2026

Gereja Taman Harapan Resmi Beroperasi Setelah 25 Tahun Menunggu
Gubernur DKI Jakarta meresmikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Taman Harapan Jaya, yang baru bisa berfungsi setelah proses perizinan selama lebih dari dua dasawarsa.
25 Oktober 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 96,55% di Seksi 1A
Proyek Jalan Tol Semarang-Demak terus dipercepat, dengan Seksi 1A sudah menyelesaikan 96,55% pembangunan sebagai bagian dari strategi nasional melindungi pesisir dari banjir rob.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

