Aksi Massal Soroti Krisis Karhutla dan Kegagalan Kebijakan
Ratusan warga sipil Surabaya menggelar demonstrasi menuntut penetapan karhutla sebagai bencana nasional dan mengecam kebijakan pemerintah yang dianggap abai terhadap krisis lingkungan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 21.20 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 43x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ratusan warga dari berbagai latar belakang—mahasiswa, buruh, pekerja, dan aktivis sipil—melangsungkan aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Kamis (22/10) sore. Mereka mengenakan pakaian serba hitam dan bergerak dari Tugu Bambung Runcing menuju lokasi dengan longmars, menunjukkan solidaritas kolektif tanpa atribut organisasi yang mencolok. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk peringatan dua tahun masa jabatan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Di lokasi, massa membentuk formasi melingkar di Jalan Gubernur Suryo dan menyampaikan orasi secara bergantian. Spanduk-spanduk bernada protes seperti 'All Eyes on Karhutla', 'Cukup 2 Tahun', dan 'BBM Langka' terpampang di tengah kerumunan. Koordinator Lapangan, Daniel Situmorang, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk perlawanan akar rumput yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Ia menyoroti keterlambatan respons pemerintah terhadap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan, Sumatra, hingga Papua, yang telah menyebabkan korban jiwa dan krisis kesehatan pernapasan.
Massa mendesak pemerintah segera menetapkan karhutla sebagai bencana nasional tanpa prosedur administratif yang rumit. Daniel menekankan bahwa nyawa warga telah melayang akibat paparan asap pekat, dan upaya penanganan harus segera diperkuat. Ia menyoroti ketidakseimbangan sumber daya, di mana fasilitas negara seperti water cannon justru diposisikan untuk mengamankan aksi, bukan digunakan untuk memadamkan api di daerah terdampak. Ia menyatakan bahwa sumber daya tersebut seharusnya dialihkan ke wilayah krisis, bukan ke gedung pemerintahan.
Seorang peserta aksi asal Kalimantan Timur yang saat ini menempuh studi di Unair Surabaya, Muhammad Athar Farizi, tampil dengan emosi terbuka. Ia menceritakan penderitaan keluarganya akibat asap karhutla yang memutus aktivitas harian dan memperburuk kondisi pernapasan. Ia menyayangkan sikap pemimpin yang dianggap jauh dari realitas rakyat, menilai bahwa pemerintah hanya menikmati kenyamanan di gedung-gedung tinggi tanpa menyentuh penderitaan masyarakat di lapangan. Aksi ditutup dengan pemasangan spanduk putih berisi empat tuntutan utama di Patung Gubernur Suryo, seberang Gedung Grahadi, sebagai simbol komitmen berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

