Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Amran Sulaiman Pimpin Peringkat Kinerja Menteri Terbaik

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meraih skor tertinggi 91 dalam evaluasi kinerja kementerian berbasis bukti, menunjukkan keunggulan dalam pencapaian hasil nyata di sektor pangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Amran Sulaiman Pimpin Peringkat Kinerja Menteri Terbaik
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi teratas dalam penilaian kinerja kementerian oleh lembaga riset kebijakan publik, dengan skor 91 dari total 100. Penilaian ini dilakukan melalui pendekatan berbasis bukti yang menekankan hasil konkret, bukan eksposur media atau popularitas. Evaluasi dilakukan terhadap sepuluh menteri dalam Kabinet Merah Putih, dengan Amran unggul atas rekan-rekannya, termasuk Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani (89), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (87), dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (85).

Metodologi yang digunakan adalah Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) yang mengukur kinerja melalui enam dimensi utama: output kebijakan (20%), hasil kebijakan (25%), efektivitas pelaksanaan (20%), dampak publik dan ekonomi (15%), inovasi kebijakan (10%), serta koordinasi antarlembaga (10%). Bobot tertinggi diberikan pada hasil kebijakan karena menilai perubahan substantif yang dihasilkan dari program pemerintah.

Indikator kinerja sektor pertanian yang digunakan mencakup produksi pangan, stok pangan, dan produktivitas petani, semua dapat diverifikasi melalui data resmi. Capaian yang diraih, seperti peningkatan irigasi, distribusi benih unggul, mekanisasi pertanian, serta percepatan tanam, menjadi dasar penilaian atas efektivitas kebijakan. Penilaian ini menekankan bahwa kinerja sejati bukan sekadar aktivitas, melainkan hasil yang terukur dan berdampak langsung pada masyarakat.

Denny Charter, pendiri dan peneliti senior lembaga tersebut, menegaskan bahwa popularitas tidak selalu mencerminkan kinerja. “Kinerja adalah penyerahan hasil, bukan persepsi. Seorang menteri bisa sering muncul di media, tetapi jika tidak ada perubahan nyata, itu bukan kinerja yang terukur,” ujarnya. Evaluasi ini bertujuan membedakan antara aktivitas yang banyak diberitakan dengan kebijakan yang benar-benar menghasilkan perubahan terukur di lapangan.

Hasil penilaian menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu bidang dengan indikator kinerja paling jelas dan dapat diverifikasi. Skor tertinggi yang diraih Amran Sulaiman mencerminkan efektivitas kebijakan yang berdampak langsung pada stabilitas pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya