Amran Sulaiman Pimpin Peringkat Kinerja Menteri Terbaik
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meraih skor tertinggi 91 dalam evaluasi kinerja kementerian berbasis bukti, menunjukkan keunggulan dalam pencapaian hasil nyata di sektor pangan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi teratas dalam penilaian kinerja kementerian oleh lembaga riset kebijakan publik, dengan skor 91 dari total 100. Penilaian ini dilakukan melalui pendekatan berbasis bukti yang menekankan hasil konkret, bukan eksposur media atau popularitas. Evaluasi dilakukan terhadap sepuluh menteri dalam Kabinet Merah Putih, dengan Amran unggul atas rekan-rekannya, termasuk Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani (89), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (87), dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (85).
Metodologi yang digunakan adalah Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) yang mengukur kinerja melalui enam dimensi utama: output kebijakan (20%), hasil kebijakan (25%), efektivitas pelaksanaan (20%), dampak publik dan ekonomi (15%), inovasi kebijakan (10%), serta koordinasi antarlembaga (10%). Bobot tertinggi diberikan pada hasil kebijakan karena menilai perubahan substantif yang dihasilkan dari program pemerintah.
Indikator kinerja sektor pertanian yang digunakan mencakup produksi pangan, stok pangan, dan produktivitas petani, semua dapat diverifikasi melalui data resmi. Capaian yang diraih, seperti peningkatan irigasi, distribusi benih unggul, mekanisasi pertanian, serta percepatan tanam, menjadi dasar penilaian atas efektivitas kebijakan. Penilaian ini menekankan bahwa kinerja sejati bukan sekadar aktivitas, melainkan hasil yang terukur dan berdampak langsung pada masyarakat.
Denny Charter, pendiri dan peneliti senior lembaga tersebut, menegaskan bahwa popularitas tidak selalu mencerminkan kinerja. “Kinerja adalah penyerahan hasil, bukan persepsi. Seorang menteri bisa sering muncul di media, tetapi jika tidak ada perubahan nyata, itu bukan kinerja yang terukur,” ujarnya. Evaluasi ini bertujuan membedakan antara aktivitas yang banyak diberitakan dengan kebijakan yang benar-benar menghasilkan perubahan terukur di lapangan.
Hasil penilaian menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu bidang dengan indikator kinerja paling jelas dan dapat diverifikasi. Skor tertinggi yang diraih Amran Sulaiman mencerminkan efektivitas kebijakan yang berdampak langsung pada stabilitas pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


