Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anak 11 Tahun Meninggal di Tengah Kabut Asap, DPR Soroti Keterlambatan Respons Kesehatan

Anggota DPR menyoroti respons dinas kesehatan yang menolak kaitkan kematian anak dengan asap karhutla meski korban memiliki riwayat asma dan tinggal di daerah terdampak parah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Anak 11 Tahun Meninggal di Tengah Kabut Asap, DPR Soroti Keterlambatan Respons Kesehatan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun meninggal dunia di RSUD Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, setelah mengalami sesak napas parah yang memburuk dalam kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kematian korban terjadi pada Senin pagi, 31 Agustus, setelah sempat dirawat sejak Jumat, 28 Agustus, saat kondisi udara di Puruk Cahu terus memburuk akibat asap tebal. Keluarga korban mengungkapkan bahwa anak tersebut telah didiagnosis asma sejak berusia dua tahun dan kondisinya memburuk sejak kabut asap melanda wilayah tersebut secara berkepanjangan.

Pernyataan Dinas Kesehatan Murung Raya menyatakan bahwa kematian korban belum dapat dikaitkan langsung dengan paparan asap atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mengingat adanya riwayat penyakit bawaan, termasuk kelainan ginjal. Namun, anggota Komisi IV DPR RI menilai bahwa sikap seperti itu berpotensi mengabaikan risiko nyata yang mengancam kelompok rentan. Ia menekankan bahwa eksposur terhadap asap karhutla justru memperparah kondisi kesehatan individu dengan penyakit kronis, sehingga tidak dapat diabaikan meski ada faktor medis lain.

Dalam pernyataannya, anggota DPR menekankan pentingnya penanganan berbasis bukti medis dan empati terhadap korban. Ia menyatakan bahwa ketidakpastian penyebab kematian tidak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi perhatian terhadap dampak lingkungan terhadap kesehatan masyarakat. Ia juga menyoroti kegagalan respons cepat dalam mengantisipasi krisis kesehatan akibat karhutla, terutama di wilayah yang telah lama terpapar asap.

DPR mendesak pemerintah daerah dan pusat segera mengambil langkah tegas untuk menangani kebakaran hutan dan lahan, bukan hanya sebagai upaya mitigasi lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan publik. Ia menekankan perlunya distribusi alat pelindung seperti masker, oksigen, serta layanan kesehatan darurat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan penderita penyakit kronis yang tinggal di zona terdampak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya