Anak 11 Tahun Meninggal di Tengah Kabut Asap, DPR Soroti Keterlambatan Respons Kesehatan
Anggota DPR menyoroti respons dinas kesehatan yang menolak kaitkan kematian anak dengan asap karhutla meski korban memiliki riwayat asma dan tinggal di daerah terdampak parah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun meninggal dunia di RSUD Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, setelah mengalami sesak napas parah yang memburuk dalam kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kematian korban terjadi pada Senin pagi, 31 Agustus, setelah sempat dirawat sejak Jumat, 28 Agustus, saat kondisi udara di Puruk Cahu terus memburuk akibat asap tebal. Keluarga korban mengungkapkan bahwa anak tersebut telah didiagnosis asma sejak berusia dua tahun dan kondisinya memburuk sejak kabut asap melanda wilayah tersebut secara berkepanjangan.
Pernyataan Dinas Kesehatan Murung Raya menyatakan bahwa kematian korban belum dapat dikaitkan langsung dengan paparan asap atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mengingat adanya riwayat penyakit bawaan, termasuk kelainan ginjal. Namun, anggota Komisi IV DPR RI menilai bahwa sikap seperti itu berpotensi mengabaikan risiko nyata yang mengancam kelompok rentan. Ia menekankan bahwa eksposur terhadap asap karhutla justru memperparah kondisi kesehatan individu dengan penyakit kronis, sehingga tidak dapat diabaikan meski ada faktor medis lain.
Dalam pernyataannya, anggota DPR menekankan pentingnya penanganan berbasis bukti medis dan empati terhadap korban. Ia menyatakan bahwa ketidakpastian penyebab kematian tidak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi perhatian terhadap dampak lingkungan terhadap kesehatan masyarakat. Ia juga menyoroti kegagalan respons cepat dalam mengantisipasi krisis kesehatan akibat karhutla, terutama di wilayah yang telah lama terpapar asap.
DPR mendesak pemerintah daerah dan pusat segera mengambil langkah tegas untuk menangani kebakaran hutan dan lahan, bukan hanya sebagai upaya mitigasi lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan publik. Ia menekankan perlunya distribusi alat pelindung seperti masker, oksigen, serta layanan kesehatan darurat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan penderita penyakit kronis yang tinggal di zona terdampak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


