Anak Krakatau Naik Status Siaga Usai 14 Erupsi dalam Empat Hari
Badan Geologi resmi tingkatkan status Anak Krakatau menjadi Siaga setelah 14 kali erupsi terjadi dalam empat hari, dengan larangan masuk radius 5 km dan 1 km di sektor barat laut serta tenggara pulau baru.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Geologi Kementerian ESDM secara resmi menaikkan status aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dari Waspada menjadi Siaga, berlaku sejak Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 21.00 WIB. Keputusan ini berdasarkan analisis menyeluruh terhadap data geodinamika dan aktivitas vulkanik yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam rentang waktu singkat, meskipun secara umum kegempaan belum menunjukkan tren ekstrem.
Dalam periode 6 hingga 9 Oktober 2026, tercatat 14 kali erupsi, dengan puncak aktivitas terjadi pada 9 Oktober saat sembilan kali letusan terjadi hingga pukul 19.20 WIB. Amplitudo maksimum mencapai 55 mm dengan durasi maksimal 32 detik, meski tinggi kolom erupsi tidak teramati secara langsung. Data pemantauan juga menunjukkan adanya anomali panas rendah serta titik api yang mulai terdeteksi sejak 6 Oktober.
Pemantauan melalui satelit menunjukkan emisi gas sulfur dioksida (SO2) dalam kisaran 71 hingga 237,5 ton per hari, berada pada level rendah. Sementara itu, visual kawah menunjukkan asap berwarna putih hingga hitam dengan tekanan sedang, mencapai ketinggian 5 hingga 50 meter di atas kawah. Gempa vulkanik dan tremor juga terus terdeteksi, termasuk 17 kali gempa tremor menerus dan 31 kali gempa vulkanik dangkal selama periode 21 September hingga 8 Oktober.
Seiring kenaikan status, zona larangan diperluas hingga 5 km dari pusat erupsi, termasuk area 1 km di sekitar pulau baru di sektor barat laut dan tenggara yang dianggap berpotensi menjadi pusat erupsi baru. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang masuk ke wilayah tersebut. Warga di sekitar pantai Banten dan Lampung diminta tetap tenang, tidak menyebar isu tentang potensi tsunami, dan mengikuti arahan BPBD setempat.
Status Siaga akan tetap berlaku hingga ada evaluasi berikutnya atau terjadi perubahan signifikan dalam aktivitas vulkanik. Masyarakat dapat memantau perkembangan terkini melalui situs resmi Badan Geologi, aplikasi MAGMA Indonesia, atau menghubungi Pos Pengamatan Gunungapi Krakatau di Pasauran, Banten, melalui nomor (0254) 651449.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gempa M 7,7 di Panama Ditetapkan sebagai Bencana Besar
Presiden Panama menyatakan gempa berkekuatan 7,7 sebagai bencana besar setelah mengguncang wilayah terpencil dan menimbulkan kerusakan infrastruktur serta kepanikan massal.
10 Oktober 2026

Frédéric Petit Persiapkan Transisi Kepemimpinan di Toluna Setelah 25 Tahun
Toluna mengumumkan rencana transisi kepemimpinan setelah 25 tahun kepemimpinan Frédéric Charles Petit, yang akan mengakhiri jabatan CEO namun tetap aktif sebagai anggota dewan, penasihat strategis, dan pemegang saham utama.
10 Oktober 2026

Penguatan Posyandu Dukung Pemulihan Pasca-Bencana di Manggarai Timur
Pemerintah dan TP PKK perkuat Posyandu di Desa Satar Padut untuk menjamin layanan dasar terhadap kelompok rentan pasca-bencana, melalui dukungan alat, bahan medis, dan bantuan pangan.
10 Oktober 2026

Astra Perkuat Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Program Desa Sejahtera Astra Gedepangrango terus diperkuat melalui intervensi gizi, penguatan Posyandu, dan pendampingan keluarga sejak Juni 2025.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prancis Tanggapi Demo Pelajar dengan Rekrut 3.000 Guru Pengganti
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.27 WITA

Mahkamah Agung Pakistan Tuntut Reformasi Sistem Hukum Hadapi KDRT
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.26 WITA

Singapura Pilih Dorong Pendapatan, Bukan Kendalikan Harga
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.26 WITA

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Status Wapres Tetap Utuh
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.25 WITA

Anak Krakatau Naik Status Siaga, Masyarakat Dilarang Masuki Zona 5 Km
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.25 WITA

Indra Kenz Kembali Ditahan di Sel Isolasi Lapas Tangerang
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.25 WITA

Kirana Larasati Bantah Terlibat Kelola Dana Investasi Bodong
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.25 WITA

Jennifer Coppen Bantah Terlibat Kelola Investasi Emas Rp25 Miliar
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.24 WITA

