Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anak Muda Wajib Kendalikan Keuangan di Era AI

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS ajak generasi muda tetap mengendalikan belanja meski teknologi memudahkan, dengan fokus pada kebutuhan, tabungan, dan pengembangan aset tak terlihat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 11.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Anak Muda Wajib Kendalikan Keuangan di Era AI
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam forum keuangan nasional tahun ini, seorang tokoh keuangan menyampaikan peringatan penting bagi generasi muda: kemajuan teknologi, terutama kecerdasan buatan, tidak boleh menggantikan keputusan finansial pribadi. Pesan ini disampaikan secara tegas oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan dalam acara yang digelar di Lampung, menekankan perlunya kesadaran diri dalam mengelola keuangan pribadi.

Ia menyoroti bagaimana algoritma di perangkat digital terus mempelajari preferensi pengguna, lalu memicu perilaku konsumtif melalui rekomendasi belanja yang personal. “Jangan sampai gadget menjadi penentu belanja kita. Kita yang harus menentukan, bukan sebaliknya,” tegasnya. Dalam konteks ini, teknologi bukan musuh, tetapi alat yang harus dikendalikan dengan kesadaran penuh.

Untuk mewujudkan kontrol tersebut, ia menyampaikan tiga prinsip utama. Pertama, belanja harus didasarkan pada kebutuhan, bukan keinginan semata. Kedua, mulailah menabung dari pendapatan pertama, bukan menunggu sisa uang. “Sisihkan, bukan sisakan,” tegasnya, menekankan pentingnya disiplin finansial sejak dini. Ketiga, investasi terbesar bukan hanya uang, melainkan pada pembentukan karakter, pengetahuan, dan jaringan relasi yang sehat.

Menurutnya, ketiga aspek itu merupakan modal tak terlihat yang bernilai tinggi sepanjang hidup. Capital spiritual, human capital, dan social capital adalah fondasi yang tidak tergantikan oleh teknologi. Dengan membangun ketiganya, generasi muda tidak hanya siap secara finansial, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan sosial dalam menghadapi dinamika ekonomi masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya