Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anggaran ESDM 2027 Capai Rp27,37 Triliun untuk Percepat Elektrifikasi dan Jargas

Pemerintah menyetujui anggaran Kementerian ESDM 2027 sebesar Rp27,37 triliun, dengan fokus utama pada pembangunan infrastruktur energi listrik dan gas rumah tangga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 17.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Anggaran ESDM 2027 Capai Rp27,37 Triliun untuk Percepat Elektrifikasi dan Jargas
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mendapatkan persetujuan anggaran tahunan sebesar Rp27,37 triliun untuk tahun 2027, yang menjadi bagian dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Anggaran ini disahkan oleh Komisi XII DPR RI dan menjadi dasar pelaksanaan program strategis nasional di sektor energi. Sebanyak 82 persen dari total pagu, atau sekitar Rp22,51 triliun, dialokasikan khusus untuk pembangunan infrastruktur energi, termasuk jaringan gas bumi dan listrik desa.

Dari alokasi tersebut, sekitar Rp10,45 triliun ditargetkan untuk Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan guna mendukung program elektrifikasi nasional, termasuk bantuan pasang listrik baru (BPBL) bagi 250.000 RT dan infrastruktur listrik desa. Sementara itu, Direktorat Jenderal Migas mendapatkan anggaran sebesar Rp11,34 triliun, yang sebagian besar digunakan untuk pembangunan jaringan gas rumah tangga (Jargas) sebanyak 959.232 sambungan serta pembangunan pipa transmisi gas seperti ruas Dumai-Sei Mangkei dan Semarang-Solo-Jogja.

Pemerintah juga menyediakan dana khusus untuk program transisi energi, termasuk pengadaan 14.000 paket konverter kit untuk petani dan dukungan terhadap konversi 63.000 unit motor ke listrik. Selain itu, sebesar Rp815,56 miliar dialokasikan untuk kompor listrik, sementara pendanaan untuk pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) mencapai Rp58,58 miliar. Anggaran juga mencakup kegiatan geologi, seperti pengadaan kapal Geomarin, serta pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia di bidang energi.

Dalam rapat kerja, Ketua Komisi XII DPR RI menekankan pentingnya pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang besar, terutama dari sisi kinerja lapangan. Ia menyoroti perlu peningkatan performa Direktorat Jenderal Migas dan Ketenagalistrikan agar masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari dana negara yang berasal dari pajak. Dengan alokasi yang jelas dan terukur, pemerintah menargetkan seluruh warga Indonesia dapat menikmati akses listrik pada 2029, sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan inklusif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya