Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

APHI Pastikan PBPH Siap Hadapi Puncak Karhutla 2026

Anggota APHI telah menerapkan standar kesiapsiagaan dan pengendalian karhutla secara menyeluruh di areal kerja masing-masing menjelang puncak musim kering.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
APHI Pastikan PBPH Siap Hadapi Puncak Karhutla 2026
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Soewarso, menegaskan bahwa seluruh pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) telah menjalankan prosedur siaga darurat kebakaran hutan dan lahan secara rutin. Langkah tersebut mencakup patroli rutin, pemantauan titik panas melalui teknologi satelit, deteksi dini, serta kesiapan personel dan peralatan pemadaman. Upaya ini bukan sekadar respons, melainkan bagian dari standar operasional prosedur yang telah diterapkan secara konsisten.

Pemantauan dan pencegahan dilakukan secara proaktif melalui edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan kerja, pembinaan kelompok masyarakat peduli api, dan peningkatan kesadaran akan bahaya pembakaran lahan. Soewarso menekankan bahwa pencegahan harus dimulai dari tingkat dasar, termasuk menghentikan praktik membakar sebagai metode pembukaan lahan. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Manggala Agni, menjadi kunci efektivitas respons terhadap potensi kebakaran.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya meminta seluruh pemegang PBPH meningkatkan kesiapan menjelang September 2026, periode puncak cuaca ekstrem yang berpotensi memicu kebakaran besar. Evaluasi bulanan menunjukkan peningkatan signifikan dalam penanganan titik api di beberapa wilayah, namun tetap diperlukan kewaspadaan tinggi. Soewarso menegaskan bahwa APHI telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh anggota untuk memperkuat kesiapan, termasuk memastikan ketersediaan sumber daya dan memperluas koordinasi lintas sektor.

Dalam konteks ini, APHI juga memperkuat sinergi dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) untuk mempercepat respons bersama. Kerja sama ini mencakup pertukaran data, peningkatan kapasitas personel, dukungan pemadaman di luar konsesi, serta kampanye edukasi kepada masyarakat. Pendekatan berbasis bentang alam ditekankan karena kebakaran tidak mengenal batas administratif atau konsesi.

Tujuan utama dari seluruh langkah ini adalah meminimalisasi dampak kebakaran terhadap kawasan hutan, kualitas udara, dan keselamatan masyarakat. Dengan kesiapan yang terintegrasi dan kolaborasi yang solid, APHI menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah tantangan musim kering yang semakin ekstrem.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya