Apindo Dorong Fleksibilitas Penetapan Upah Minimum di RUU Ketenagakerjaan
Asosiasi Pengusaha Indonesia menyerukan penghapusan penetapan upah minimum seragam, menekankan pentingnya fleksibilitas berdasarkan kondisi perusahaan dan kinerja ekonomi daerah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 15.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan perubahan mendasar dalam mekanisme penetapan upah minimum dalam rancangan undang-undang ketenagakerjaan baru. Menurut Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, pendekatan seragam terhadap seluruh perusahaan dinilai tidak realistis, mengingat perbedaan kondisi finansial dan performa operasional yang signifikan antarunit usaha. Ia menegaskan bahwa upah minimum seharusnya berfungsi sebagai jaring pengaman, bukan aturan baku yang mengikat seluruh sektor.
Bob menekankan bahwa penentuan upah di atas batas minimum sebaiknya dilakukan melalui mekanisme bipartit di tingkat perusahaan. Dengan demikian, perusahaan yang berkinerja baik dan memiliki daya dukung finansial kuat dapat memberikan kompensasi lebih tinggi tanpa terkendala regulasi seragam. Sebaliknya, pelaku usaha yang mengalami tekanan ekonomi tidak perlu dipaksa memenuhi standar yang sama, agar tetap dapat bertahan dan menjaga stabilitas lapangan kerja.
Pendekatan ini, menurutnya, lebih seimbang dan responsif terhadap dinamika pasar. Ia mencontohkan perbedaan kondisi antarwilayah, seperti Jawa Barat yang mengalami PHK massal, sementara Jawa Tengah kesulitan merekrut tenaga kerja. Jika kebijakan upah tidak disesuaikan dengan realitas ekonomi daerah, kesenjangan tersebut dapat memperparah ketimpangan dalam distribusi tenaga kerja.
Bob juga menyarankan agar kebutuhan hidup layak (KHL) tetap menjadi acuan utama dalam menentukan batas upah minimum. Jika upah minimum di suatu daerah masih di bawah KHL, pemerintah perlu mengambil langkah percepatan. Namun, jika sudah melampaui KHL, kenaikan upah harus mempertimbangkan daya saing ekonomi dan kondisi makro secara menyeluruh, termasuk inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Dalam konteks regional, Apindo merekomendasikan studi banding terhadap kebijakan negara ASEAN seperti Vietnam, yang menaikkan upah minimum sebesar 7,2 persen meski inflasi hanya 3,3 persen dan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen. Dengan membandingkan praktik internasional, Bob menilai kebijakan pengupahan di Indonesia perlu lebih matang, tidak hanya berbasis pada angka kenaikan tetap, tetapi juga keseimbangan ekonomi yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026

Ubed Siap Laga Penentu di Final French Open 2026
Tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, melangkah ke final French Open 2026 setelah menaklukkan unggulan Prancis dalam pertandingan sengit tiga gim.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

