Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Apple Ikuti Langkah Google Ubah Nama Danau Ontario

Apple resmi mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika, menyusul kebijakan eksekutif Presiden AS Donald Trump yang memengaruhi standar penamaan geografis di layanan peta digital.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 14.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Apple Ikuti Langkah Google Ubah Nama Danau Ontario
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan teknologi global Apple telah mengimplementasikan perubahan nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika dalam aplikasi peta mereka, tepat pada hari pertama kepemimpinan CEO baru, John Ternus. Perubahan ini dilakukan pada Selasa (2/9), menandai kelanjutan dari langkah yang telah diambil Google sebelumnya, yang telah memperbarui nama danau tersebut di Google Maps sejak Sabtu (29/8). Keputusan ini muncul sebagai respons terhadap perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Presiden AS, yang menargetkan penyesuaian standar penamaan geografis yang biasanya digunakan oleh instansi pemerintah federal.

Meski perintah tersebut tidak wajib bagi perusahaan swasta, banyak perusahaan teknologi yang mengacu pada sistem informasi geografis resmi pemerintah AS—termasuk US Geographic Names Information System—sebagai dasar pembaruan data peta. Google menyatakan bahwa perubahan dilakukan karena sistem rujukan pemerintah telah mengganti nama danau tersebut. Dalam praktiknya, pengguna di Amerika Serikat kini melihat nama "Danau Amerika", sementara pengguna di Kanada tetap melihat "Danau Ontario", mencerminkan perbedaan sistem penamaan berdasarkan wilayah.

Perubahan ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh pemerintahan Trump. Sebelumnya, ia juga mengarahkan penggantian nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika dan Gunung Denali di Alaska menjadi Gunung McKinley. Menteri Dalam Negeri AS, Doug Burgum, mengonfirmasi bahwa presiden secara langsung menghubungi Apple sepekan sebelum perubahan dilakukan. Keputusan ini dipandang sebagai bagian dari upaya politik untuk memperkuat identitas nasional AS dan memperluas pengaruh di kawasan Amerika Utara.

Tidak semua platform digital mengikuti kebijakan tersebut. Sebagai respons, MapQuest memilih pendekatan terbuka dengan menyediakan tautan ke situs yang memungkinkan pengguna menyesuaikan nama danau sesuai preferensi pribadi. Perubahan penamaan ini terjadi di tengah ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada, yang berujung pada pemberlakuan tarif 50 persen terhadap produk ekspor Kanada senilai hampir US$20 miliar. Kanada merespons dengan tarif serupa terhadap barang AS, menunjukkan dimensi ekonomi yang terkait dengan kebijakan geografis.

Danau Ontario, yang berada di perbatasan AS-Kanada, memiliki akar budaya yang dalam. Namanya berasal dari bahasa Wendat, Ontari'io, yang berarti "danau itu indah, danau itu besar". Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menekankan bahwa nama tersebut telah digunakan selama lebih dari 400 tahun, bahkan sebelum berdirinya Konfederasi Kanada dan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. Pergantian nama ini, menurutnya, mencerminkan upaya menghapus warisan budaya dan sejarah yang telah lama melekat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya