Apresiasi Pemda Berprestasi Dorong Implementasi Program Prioritas Nasional
Kegiatan penghargaan bagi pemerintah daerah berprestasi digelar di Kalimantan Timur sebagai bentuk motivasi penerapan program prioritas nasional secara optimal.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 16.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Dalam Negeri kembali menyelenggarakan ajang Apresiasi Pemda Berprestasi dalam Batch II Regional Kalimantan, yang berlangsung di Balikpapan pada 3 September. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah daerah, dengan fokus pada penerapan program prioritas nasional secara menyeluruh dan efektif. Kolaborasi dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjadi kunci penyelenggaraan, menunjukkan sinergi antara lembaga pemerintahan dan pendidikan tinggi.
Dalam pernyataannya, Rektor IPDN, Halilul Khairi, menegaskan bahwa Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya pendekatan seimbang dalam pengawasan, yaitu tidak hanya berbasis sanksi, tetapi juga memberikan penghargaan bagi daerah yang menunjukkan kinerja unggul. Prinsip reward and punishment, menurutnya, harus diterapkan secara proporsional agar mendorong kinerja pemerintahan daerah secara berkelanjutan.
Empat kategori penilaian dalam ajang ini mencakup pengelolaan sampah, kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan pelaksanaan Program 3 Juta Rumah. Keempat aspek tersebut dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan agenda strategis Presiden Prabowo Subianto. Kemendagri menilai bahwa capaian di bidang-bidang ini mencerminkan komitmen daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Tujuan utama dari penghargaan ini bukan sekadar memberi pengakuan, melainkan mendorong semangat berprestasi dan memperkuat tanggung jawab kepala daerah, aparatur, dan lembaga perwakilan dalam memberikan layanan publik terbaik. Harapannya, penghargaan ini menjadi insentif tidak hanya secara moral, tetapi juga dapat mendorong alokasi anggaran yang lebih efisien untuk kepentingan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Ekonomi, Pemerintah Diminta Segera Respons
Erupsi Anak Krakatau picu gangguan transportasi hingga 2.961 penerbangan dibatalkan, berdampak pada pariwisata, logistik, dan pendapatan masyarakat, perlu respons terkoordinasi dari pemerintah.
9 September 2026

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


