AS Bongkar Jaringan Laptop Ilegal untuk IT Korut
Operasi Lonestar Roundup mengungkap skema ilegal pekerja IT Korea Utara yang memanfaatkan identitas curian dan perangkat elektronik di Texas untuk mendanai program senjata negara.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 145x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Amerika Serikat berhasil membongkar jaringan penggunaan laptop ilegal yang diduga menjadi alat pendukung aktivitas pekerja teknologi informasi asal Korea Utara. Operasi yang diberi nama Lonestar Roundup mengarah pada penyitaan lebih dari 180 perangkat laptop serta 100 unit perangkat KVM, dilakukan setelah penyelidikan menyeluruh di wilayah Texas Utara. Penyitaan dilakukan di lebih dari 40 lokasi rumah, menunjukkan skala sistematis dan terstruktur dari aktivitas tersebut.
Para pelaku diduga menggunakan identitas warga AS yang dicuri atau dipalsukan untuk melamar pekerjaan jarak jauh secara ilegal. Dengan memanfaatkan jaringan VPN dan infrastruktur proxy, mereka menyembunyikan lokasi sebenarnya agar terlihat beroperasi dari dalam wilayah AS. Laptop yang disita menjadi bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan AS telah menjadi sasaran manipulasi digital yang bertujuan mengalirkan pendapatan ke sistem keuangan Korea Utara.
Jaksa AS untuk Distrik Utara Texas, Ryan Raybould, menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar penipuan, melainkan bagian dari upaya sistematis oleh rezim asing untuk menyusup ke ekosistem ekonomi dan teknologi Amerika. Menurutnya, setiap perangkat yang disita mewakili potensi kerugian serius bagi perusahaan dan ancaman terhadap keamanan nasional. Penyelidikan ini menjadi bagian dari strategi pencegahan terhadap pendanaan program senjata pemusnah massal Korea Utara.
Kepala FBI Dallas, R. Joseph Rothrock, menyatakan bahwa operasi ini menargetkan aktivitas siber yang mendukung program nuklir, rudal balistik, dan intelijen dari Korea Utara. Ia menekankan bahwa setiap laptop yang disita berpotensi menjadi alat akses ilegal ke sistem perusahaan yang telah diretas atau disusupi. Kelompok yang dikaitkan dengan kasus ini, disebut oleh para ahli keamanan siber sebagai "Famous Chollima", dikenal karena penggunaan akun Google palsu dan jaringan komunikasi tersembunyi.
Pihak kejaksaan menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung dan akan terus dilakukan untuk memutus rantai keuangan ilegal yang menguntungkan Korea Utara. Komitmen penuh diambil untuk melindungi perusahaan AS dari modus operandi penyusupan yang tersembunyi dan mengancam stabilitas ekonomi serta keamanan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Operasi gabungan di Jayapura menyita 10 kilogram ganja, senjata api, dan senjata tajam, serta menangkap 10 orang, termasuk warga negara Papua Nugini.
24 Oktober 2026

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat membatalkan putusan KPPU terhadap 97 penyelenggara pinjaman daring karena dinilai melanggar doktrin tindakan negara dan tidak memenuhi kriteria pasar bersangkutan.
24 Oktober 2026

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Presiden Lee Jae Myung memicu kontroversi dengan mengacu pada respons AI Gemini untuk membela kehadiran kepala lembaga investigasi dalam rapat kabinet, memicu reaksi keras dari oposisi.
24 Oktober 2026

Perlu Kajian Mendalam Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Menteri Koordinator Hukum menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap wacana perubahan definisi korupsi yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

