Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Periksa Dugaan Serangan di Pesta Pernikahan Iran

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan negaranya sedang menyelidiki laporan serangan militer yang menewaskan empat orang dalam acara pernikahan di Hormozgan, Iran, sambil menegaskan keberpihakan pada keamanan jalur maritim global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
AS Periksa Dugaan Serangan di Pesta Pernikahan Iran
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap laporan serangan militer yang menargetkan sebuah acara pernikahan di wilayah Hormozgan, Iran, pada malam Selasa. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan empat warga sipil, dengan belasan lainnya mengalami luka-luka. Serangan ini terjadi di tengah ketegangan meningkat di Selat Hormuz, yang telah menjadi lokasi konflik berkelanjutan sejak bulan lalu.

Vance menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak pernah menyasar warga sipil dalam operasi militer, meski mengakui bahwa kesalahan dalam pelaksanaan operasi bisa terjadi. Ia menekankan bahwa keberhasilan militer AS didasarkan pada pembelajaran dari setiap insiden, termasuk yang mungkin melibatkan ketidakakuratan informasi. Ia juga menyampaikan keraguan terhadap kredibilitas media pemerintah Iran sebagai sumber utama informasi mengenai insiden tersebut.

Dalam sesi pengarahan di Gedung Putih, Vance menolak menyebut situasi saat ini sebagai "perang", menegaskan bahwa tidak ada pertempuran aktif atau baku tembak yang sedang berlangsung. Ia menekankan bahwa operasi militer AS tetap terfokus pada menjaga keamanan jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz, yang menjadi rute vital bagi ekspor minyak global.

Iran telah melakukan penembakan terhadap kapal komersial yang dikaitkan dengan AS dan Israel sejak awal Februari, termasuk setelah serangan besar pada 28 Februari. Namun, menurut Vance, sekitar 15 juta barel minyak berhasil dilewati Selat Hormuz hanya dalam satu hari, meskipun adanya ancaman. Ia menekankan bahwa Amerika Serikat merupakan satu-satunya kekuatan global yang mampu menjamin kelancaran pasokan energi dunia, terutama dalam konteks ketidakmampuan negara lain untuk mengambil peran serupa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya