Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Sanksi Cucu Raul Castro dan Entitas Terkait

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Fidel Ernesto Castro Calis, cucu mantan pemimpin Kuba Raul Castro, serta lima entitas karena diduga mengeksploitasi sumber daya alam Kuba untuk keuntungan rezim.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
AS Sanksi Cucu Raul Castro dan Entitas Terkait
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Amerika Serikat mengumumkan langkah terbaru dalam tekanan diplomatiknya terhadap Kuba dengan menjatuhkan sanksi terhadap Fidel Ernesto Castro Calis, cucu mantan pemimpin negara tersebut, Raul Castro, beserta lima entitas lain. Keputusan ini diperkuat dengan tuduhan bahwa pihak-pihak yang terkena sanksi telah memanfaatkan cadangan alam dan energi Kuba untuk keuntungan politik dan ekonomi rezim.

Penetapan sanksi dilakukan oleh Departemen Luar Negeri AS, yang menekankan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Washington untuk memperkuat tekanan terhadap pemerintah Kuba. Salah satu entitas yang disebut adalah Banco Exterior de Cuba, yang diduga menjadi perantara dalam aktivitas ekonomi yang merugikan kepentingan nasional Kuba.

Meski Raul Castro, yang kini berusia 95 tahun, tidak lagi menjabat secara resmi, ia tetap dianggap sebagai tokoh pengaruh dalam struktur kekuasaan di Kuba. Beberapa bulan sebelumnya, AS juga telah menargetkan anggota keluarga Castro lainnya, termasuk Presiden Miguel Diaz-Canel dan kerabat dekatnya, melalui serangkaian sanksi yang lebih luas.

Fidel Ernesto Castro Calis sendiri tidak pernah menjabat posisi politik resmi di Kuba. Namun, keterkaitannya dengan keluarga yang memiliki sejarah panjang dalam kepemimpinan negara menjadi alasan utama penjatuhan sanksi. Ayahnya, Alejandro Castro Espin, yang telah sebelumnya disanksi, pernah memainkan peran penting dalam perundingan rahasia antara Kuba dan AS yang berujung pada normalisasi hubungan diplomatik pada 2015.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya