Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Sebut Konflik Ukraina dan Iran Picu Lonjakan Harga Energi Global

Menteri Keuangan AS menyalahkan serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia dan ketegangan di Iran sebagai pemicu kenaikan harga energi global, yang berdampak pada inflasi dan stabilitas pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
AS Sebut Konflik Ukraina dan Iran Picu Lonjakan Harga Energi Global
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Kenaikan harga energi di pasar global dikaitkan langsung dengan dinamika konflik di wilayah Ukraina dan Iran, menurut pernyataan resmi Menteri Keuangan Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa aksi militer terhadap fasilitas energi Rusia oleh pihak Ukraina telah mengganggu aliran energi, yang berdampak pada ketidakstabilan harga di tingkat internasional. Menurutnya, kebijakan tersebut menambah tekanan pada pasokan energi global, khususnya saat konflik di Timur Tengah juga memperburuk situasi.

Ketegangan di kawasan Teluk Persia, khususnya akibat serangan terhadap fasilitas militer dan pergerakan kapal di Selat Hormuz, telah memicu lonjakan harga minyak dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Harga komoditas energi sempat mendekati angka USD100 per barel, menimbulkan dampak langsung terhadap biaya hidup dan inflasi di berbagai negara. Kembali terjadinya bentrokan pekan ini diperkirakan memperparah volatilitas pasar minyak.

Pemerintah AS juga menyebutkan bahwa jalur distribusi energi alternatif, termasuk pengembangan infrastruktur pipa, dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada rute strategis seperti Selat Hormuz. Dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan, peran geografis tersebut diperkirakan akan berkurang seiring diversifikasi rute pengiriman energi.

Pernyataan ini menekankan pentingnya stabilitas geopolitik dalam menjaga keseimbangan pasar energi global. Dengan kondisi yang terus memburuk akibat konflik berkepanjangan, pemerintah dunia diminta memperkuat kerja sama dalam menjaga aliran energi dan mencegah lonjakan harga yang berkepanjangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya