AS Sebut Konflik Ukraina dan Iran Picu Lonjakan Harga Energi Global
Menteri Keuangan AS menyalahkan serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia dan ketegangan di Iran sebagai pemicu kenaikan harga energi global, yang berdampak pada inflasi dan stabilitas pasar.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kenaikan harga energi di pasar global dikaitkan langsung dengan dinamika konflik di wilayah Ukraina dan Iran, menurut pernyataan resmi Menteri Keuangan Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa aksi militer terhadap fasilitas energi Rusia oleh pihak Ukraina telah mengganggu aliran energi, yang berdampak pada ketidakstabilan harga di tingkat internasional. Menurutnya, kebijakan tersebut menambah tekanan pada pasokan energi global, khususnya saat konflik di Timur Tengah juga memperburuk situasi.
Ketegangan di kawasan Teluk Persia, khususnya akibat serangan terhadap fasilitas militer dan pergerakan kapal di Selat Hormuz, telah memicu lonjakan harga minyak dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Harga komoditas energi sempat mendekati angka USD100 per barel, menimbulkan dampak langsung terhadap biaya hidup dan inflasi di berbagai negara. Kembali terjadinya bentrokan pekan ini diperkirakan memperparah volatilitas pasar minyak.
Pemerintah AS juga menyebutkan bahwa jalur distribusi energi alternatif, termasuk pengembangan infrastruktur pipa, dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada rute strategis seperti Selat Hormuz. Dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan, peran geografis tersebut diperkirakan akan berkurang seiring diversifikasi rute pengiriman energi.
Pernyataan ini menekankan pentingnya stabilitas geopolitik dalam menjaga keseimbangan pasar energi global. Dengan kondisi yang terus memburuk akibat konflik berkepanjangan, pemerintah dunia diminta memperkuat kerja sama dalam menjaga aliran energi dan mencegah lonjakan harga yang berkepanjangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

