Asing Borong Saham Bank BUMN, IHSG Melonjak 1,09%
Investor asing catatkan beli bersih Rp1,07 triliun, dengan dominasi pembelian pada BMRI dan BBNI, saat IHSG naik 72,11 poin ke level 6.667,89.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 19.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Kamis (3/9/2026), menutup sesi dengan kenaikan 1,09% atau 72,11 poin, berada di posisi 6.667,89. Penguatan ini terjadi setelah sehari sebelumnya mengalami pelemahan tipis, dan didukung oleh aliran modal asing yang masuk cukup deras ke pasar modal domestik. Volume perdagangan mencapai 40,79 miliar saham dengan nilai transaksi harian sekitar Rp18,64 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang tinggi.
Secara sektoral, hampir seluruh sektor mengalami kenaikan, dengan kinerja terbaik ditunjukkan oleh properti, konsumer primer, dan barang baku. Sementara itu, sektor konsumer non primer dan kesehatan menjadi satu-satunya yang melemah. Pergerakan indeks berada dalam rentang 6.614,71 hingga 6.681,84 sepanjang hari, menandakan tekanan beli yang kuat di akhir sesi. Emiten-emiten besar seperti BMRI, BBCA, ASII, AMMN, CPIN, dan BBRI menjadi penopang utama kenaikan indeks.
Dalam prosesnya, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp1,07 triliun di seluruh pasar, dengan transaksi pasar reguler mencatat net buy mencapai Rp1,11 triliun. Dominasi pembelian asing terjadi pada dua emiten perbankan milik negara. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi saham dengan net buy terbesar, mencapai Rp471,38 miliar dari total transaksi asing Rp1,04 triliun. Di posisi ketujuh, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga menjadi incaran asing dengan beli bersih Rp87,40 miliar dari nilai transaksi asing Rp176,42 miliar.
Selain kedua bank BUMN tersebut, asing juga membeli saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) senilai Rp207,10 miliar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) sebesar Rp131,92 miliar, serta PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan nilai Rp108,95 miliar. Di luar itu, saham-saham seperti ADRO, TPIA, ERAA, ASII, dan DSSA juga menjadi target pembelian asing dengan nilai masing-masing antara Rp57,20 miliar hingga Rp95,05 miliar. Kenaikan IHSG ini sejalan dengan sentimen positif dari pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, yang menegaskan fokus stabilitas ekonomi 2026–2031, meski pasar global masih terpengaruh oleh ketegangan AS-Iran dan yield obligasi global yang tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026
Berita Lainnya

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


