Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Borong Saham, IHSG Melemah Tipis di Sesi I

Investor asing catatkan net buy Rp124,85 miliar meski IHSG turun 0,11% pada sesi I, dengan DSSA, TINS, dan CUAN jadi target pembelian terbesar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 15.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Asing Borong Saham, IHSG Melemah Tipis di Sesi I
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi ringan pada perdagangan sesi I hari ini, Jumat (4/9/2026), setelah sempat melanjutkan kenaikan dari penutupan kemarin yang berada di level 6.667,89. Pada pukul 12.00 WIB, IHSG berada di posisi 6.660,79, turun 7,10 poin atau 0,11% dari pembukaan di level 6.695,69. Rentang pergerakan indeks berada antara 6.637,48 hingga 6.704,13, dengan 266 saham menguat, 325 saham melemah, dan 196 saham stagnan.

Kinerja sektor menunjukkan dominasi pelemahan, terutama pada sektor konsumer, kesehatan, industri, dan teknologi yang mencatat penurunan paling dalam. Sebaliknya, sektor energi menjadi satu-satunya yang mencatatkan kenaikan tertinggi. Beberapa emiten yang menjadi penekan utama bagi indeks antara lain ASII, SRAJ, VKTR, BRMS, dan INDF, yang menyumbang tekanan terhadap pergerakan IHSG secara keseluruhan.

Di tengah koreksi indeks, arus modal asing tetap positif dengan catatan net buy senilai Rp124,85 miliar di seluruh pasar pada sesi I. Total nilai transaksi asing mencapai Rp4,07 triliun, terdiri dari pembelian sebesar Rp2,10 triliun dan penjualan sebesar Rp1,97 triliun. Penguatan beli asing paling dominan terjadi pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan nilai net buy mencapai Rp258,21 miliar, disusul PT Timah Tbk. (TINS) sebesar Rp98,51 miliar dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) senilai Rp67,48 miliar.

Pembelian asing juga tercatat pada emiten lain seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan net buy Rp64,11 miliar, PT Petrosea (PTRO) Rp24,89 miliar, serta PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) sebesar Rp19,89 miliar. Di sisi lain, aksi jual asing paling besar terjadi pada PT Astra International (ASII) dengan nilai jual bersih Rp57,51 miliar, disusul PT Aneka Tambang (ANTM) Rp38,75 miliar dan PT Indomonda Agrotama (IATA) Rp31,26 miliar. Penjualan juga tercatat pada saham ERAA, AMMN, dan BRMS, yang sejalan dengan kinerja saham-saham tersebut yang turut menjadi beban indeks.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya