Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih Rp365 Miliar, Saham Bank dan Keuangan Tekan IHSG

Investor asing catatkan penjualan bersih Rp365 miliar di sesi I, didorong kebijakan harga minimum saham baru dan tekanan eksternal, dengan ADMF, BMRI, dan BBCA jadi target utama jual.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Asing Jual Bersih Rp365 Miliar, Saham Bank dan Keuangan Tekan IHSG📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami volatilitas tinggi pada perdagangan sesi pertama Selasa (29/9/2026), bergerak fluktuatif di tengah tekanan jual yang konsisten. Pada penutupan sesi I, indeks turun 12,86 poin atau 0,21% ke level 6.135, setelah sempat menyentuh titik terendah harian di 6.013,08 sekitar pukul 09.30 WIB. Meski sempat rebound ke level tertinggi harian 6.150,55 sebelum pukul 11.00 WIB, aksi ambil untung kembali menggerus kenaikan, mengembalikan indeks ke zona merah. Total nilai transaksi mencapai Rp7,34 triliun dengan volume perdagangan 231 juta lot, di mana 451 saham melemah, 262 stagnan, dan hanya 250 saham menguat.

Kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menurunkan harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1 per lembar di pasar reguler dan pasar tunai mulai berlaku sejak Senin (28/9/2026), turut memicu ketegangan pasar. Kebijakan ini memicu aksi jual pada sejumlah saham "gocap" yang sebelumnya diperdagangkan di bawah batas harga minimum. Di sisi lain, faktor eksternal seperti kebijakan moneter global yang lebih ketat, penguatan dolar AS, serta kenaikan harga energi terus membayangi pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia. Rupiah juga melemah terhadap dolar AS pada perdagangan awal pekan, menambah tekanan terhadap pasar modal domestik.

Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp365,88 miliar di seluruh pasar selama sesi I. Nilai transaksi asing mencapai Rp5,61 triliun, dengan pembelian sebesar Rp2,62 triliun dan penjualan senilai Rp2,99 triliun. Jual terbesar terjadi pada PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) dengan nilai Rp243,05 miliar, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) senilai Rp104,54 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp75,20 miliar. Selain itu, asing juga menjual PT Telkom Indonesia (TLKM), PT Alamtri Resources (ADRO), dan PT Bukit Asam (PTBA) dengan nilai masing-masing Rp63,57 miliar, Rp39,89 miliar, dan Rp38,33 miliar.

Di sisi lain, sejumlah emiten tetap menjadi target pembelian asing. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham paling banyak dibeli asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp66,87 miliar. Disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp30,93 miliar, PT Astra International Tbk. (ASII) Rp21,68 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) Rp17,10 miliar, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp15,41 miliar. Investasi asing juga tercatat pada PT Indosat Tbk. (ISAT), PT Amman Mineral Internasional (AMMN), PT Merdeka Copper Gold (MDKA), PT Bakrie & Brothers (BNBR), dan PT Darma Henwa (DEWA).

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya