Asing Jual GOTO, ISAT, dan Saham Tambang
Investor asing mencatatkan penjualan bersih terbesar pada saham GoTo, Indosat, dan emas, meski IHSG masih mampu naik 1,14% ke level 6.599,94.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 09.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pasar saham Indonesia mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa (1/9/2026), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 6.599,94, menguat 1,14% dan mendekati ambang psikologis 6.600. Di tengah kenaikan tersebut, terjadi pergerakan berbeda dalam aliran dana asing, yang secara keseluruhan mencatatkan net buy sebesar Rp2,03 triliun. Total transaksi mencapai Rp11,88 triliun, dengan aksi beli sebesar Rp6,95 triliun dan penjualan sebesar Rp4,93 triliun.
Namun, di tengah aliran dana positif secara umum, sejumlah emiten justru menjadi target aksi jual asing. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi saham dengan net sell terbesar, mencapai Rp152,5 miliar. Di posisi kedua, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mencatat penjualan bersih sebesar Rp92,7 miliar, disusul PT Indosat Tbk (ISAT) dengan nilai jual bersih Rp84 miliar.
Sektor pertambangan dan emas juga mengalami tekanan jual dari investor asing. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) tercatat melepas saham senilai Rp64,1 miliar, disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan penjualan bersih Rp40 miliar dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp39,5 miliar. Selain itu, saham-saham lain seperti DSSA, AMMN, AKRA, dan ANTM juga mengalami penjualan bersih dari asing, meski dengan angka yang lebih kecil.
Ketika sejumlah emiten mengalami aksi jual besar, aliran dana asing justru tertuju pada emiten berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi penerima net buy terbesar dengan nilai Rp841 miliar, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp435,4 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan Rp172,3 miliar. Pergerakan ini menunjukkan preferensi investor asing terhadap saham-saham dengan likuiditas tinggi dan stabilitas fundamental yang kuat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

