Asumsi Makro RAPBN 2027 Disepakati dengan Pertumbuhan 6% dan Defisit 2,4%
Komisi XI DPR, pemerintah, dan BI sepakati asumsi makro dan sasaran pembangunan untuk RAPBN 2027, termasuk pertumbuhan ekonomi 6% dan defisit 2,4%.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 16.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat bersama pemerintah dan Bank Indonesia telah menetapkan asumsi dasar ekonomi makro serta indikator pembangunan nasional dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027. Penetapan ini dilakukan dalam rapat kerja yang berlangsung pada 2 September 2026, dengan melibatkan Menteri Keuangan, Menteri PPN, Kepala BPI Danantara, serta pejabat sementara Gubernur BI. Asumsi tersebut menjadi fondasi strategis dalam penyusunan kebijakan fiskal dan moneter ke depan.
Dalam kesepakatan, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan sebesar 6%, didukung oleh inflasi yang diperkirakan berada pada level 2,5%. Nilai tukar rupiah diestimasi mencapai Rp17.500 per dolar AS, sementara suku bunga obligasi negara jangka panjang diperkirakan sebesar 6,9%. Defisit anggaran ditetapkan pada 2,4% dari PDB, setara dengan Rp671,2 triliun, sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan fiskal jangka panjang.
Sasaran pembangunan mencakup penurunan tingkat kemiskinan menjadi antara 6% hingga 6,5%, serta kemiskinan ekstrem yang diperkirakan merosot hingga 0,5%. Rasio Gini diproyeksikan berada di kisaran 0,360 hingga 0,365, menunjukkan upaya peningkatan keadilan ekonomi. Tingkat pengangguran terbuka diperkirakan berkisar antara 4,30% hingga 4,87%, sementara indeks kesejahteraan petani dan nelayan diarahkan pada 0,8038 dan 106–110, masing-masing.
Pemerintah diminta memperkuat implementasi kebijakan di sektor strategis, terutama dalam mendorong investasi (7%), ekspor (7,5%), dan konsumsi rumah tangga (5,4%). Penciptaan lapangan kerja baru ditargetkan sebanyak 2,57 juta hingga 3,49 juta orang, dengan proporsi pekerja formal mencapai 40,81%. Pendapatan nasional per kapita diproyeksikan mencapai US$5.800–US$5.840, atau sekitar Rp98,54 juta hingga Rp99,22 juta. Indeks kualitas lingkungan hidup juga ditargetkan mencapai 76,84.
DPR menekankan pentingnya pengelolaan defisit dan utang negara secara hati-hati, akuntabel, serta berbasis prinsip kehati-hatian. Penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) harus dilakukan secara prudent sebagai instrumen penyangga terhadap risiko fiskal. Komisi XI juga akan memberikan rekomendasi kepada Kementerian Keuangan untuk melakukan penilaian risiko fiskal dan penyesuaian kebijakan agar APBN tetap efektif sebagai alat stabilisasi dan mendorong pencapaian tujuan pembangunan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

