Bahaya Abu Vulkanik bagi Paru dan Kulit, Ini Imbauan Dokter
Paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi sebabkan iritasi pernapasan, kulit, dan mata; dokter paru menekankan pencegahan melalui masker dan hindari aktivitas luar ruangan berlebihan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.44 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Abu vulkanik yang menyebar pascaerupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dinyatakan berisiko bagi kesehatan pernapasan jika terhirup secara berkepanjangan. Menurut pakar paru, material ini mengandung campuran mineral, batuan, dan partikel kaca yang dapat mengiritasi saluran napas. Paparan jangka panjang bahkan dapat memicu bronkitis dan memperparah kondisi penderita asma serta Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
Kondisi tersebut ditegaskan oleh seorang dokter paru yang menyoroti dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah terdampak langsung. Ia menekankan bahwa debu vulkanik bukan hanya berbahaya bagi paru, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Bahkan, jika masuk ke sumber air atau makanan, risiko gangguan pencernaan juga muncul. Dalam kasus ekstrem, paparan tinggi di dekat lokasi letusan bisa mengakibatkan asfiksia atau sensasi sesak napas parah.
Untuk mengurangi risiko, dokter tersebut mengimbau masyarakat untuk mengikuti perkembangan informasi resmi dari otoritas terkait, seperti BMKG, serta membatasi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker wajib diterapkan, terutama bagi kelompok rentan seperti penderita penyakit paru kronik. Bagi yang beraktivitas di luar rumah, disarankan memakai kacamata pelindung dan pakaian tertutup agar tidak terpapar partikel halus.
Selain itu, penting untuk segera mencuci tubuh dan pakaian setelah berada di luar ruangan. Rumah sebaiknya ditutup rapat agar abu tidak masuk ke dalam ruangan. Meski situasi di Jakarta dan sekitarnya belum memerlukan tindakan darurat, dokter tetap mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala pernapasan atau iritasi.
Pencegahan tetap menjadi kunci utama. Dokter menekankan perlunya menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat, termasuk istirahat cukup, asupan gizi seimbang, dan menjaga kebersihan lingkungan. Dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten, dampak kesehatan dari abu vulkanik dapat diminimalkan meski kondisi erupsi masih berlangsung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


