Bahlil Dukung Usulan Nuklir, Teknologi Siap Dikaji
Menteri ESDM menyambut positif usulan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir dari akademisi, sejalan dengan rencana jangka panjang pemerintah dan tawaran kerja sama internasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.28 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 111x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi secara resmi menyampaikan dukungan terhadap rekomendasi pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir yang diajukan oleh kelompok cendekiawan. Usulan tersebut dinilai selaras dengan arahan strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi sumber listrik. Bahlil menekankan pentingnya melibatkan akademisi dalam proses perencanaan kebijakan energi, terutama dalam konteks transisi menuju sistem ketenagalistrikan rendah emisi.
Rencana pembangunan PLTN telah masuk dalam dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang disahkan pada 26 Mei 2025. Dalam dokumen tersebut, pembangkit pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2032 di wilayah Sumatra, diikuti pengembangan tahap berikutnya pada 2033. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional secara berkelanjutan sambil mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Pemerintah Indonesia juga telah menerima berbagai penawaran kerja sama teknologi nuklir dari negara-negara maju, termasuk Rusia, Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan Kanada. Salah satu pembahasan terkait kerja sama ini terjadi saat Menteri Bahlil mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Penawaran tersebut mencakup transfer teknologi, pembinaan sumber daya manusia, serta dukungan infrastruktur untuk proyek nuklir di dalam negeri.
Selain itu, Bahlil menekankan perlunya kolaborasi lebih luas dengan lembaga akademik dan organisasi cendekiawan. Ia telah mengundang Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) untuk berpartisipasi aktif dalam forum kebijakan energi dan hilirisasi. Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada energi nuklir, tetapi juga meluas ke 28 program hilirisasi di sektor mineral, batu bara, migas, perikanan, kehutanan, dan pertanian, yang menjadi bagian dari transformasi ekonomi berbasis sumber daya alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026

48 Juta Keluarga Ditetapkan Jadi Penerima Bansos Digital hingga 2026
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir 2026 sebagai bagian dari reformasi pendataan bantuan sosial.
24 Oktober 2026

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Prioritas
Asep Surya Atmaja resmi menjabat Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga asli.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Wall Street Picu Pelemahan Bursa Asia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

