Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bali Perkuat Komitmen Perdamaian Melalui Refleksi Budaya

Gelaran refleksi universal di Kura Kura Bali menegaskan sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga perdamaian global melalui budaya dan nilai kebersamaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 07.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bali Perkuat Komitmen Perdamaian Melalui Refleksi Budaya
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali, melalui Unit Pelaksana Daerah (UID) setempat, menyelenggarakan Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony 2026 pada Sabtu, 5 September. Acara ini menjadi wadah penting bagi berbagai pihak untuk menunjukkan komitmen bersama dalam membangun perdamaian berkelanjutan di tingkat global. Melalui ritual refleksi dan doa bersama, peserta menekankan pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan kehidupan spiritual.

Pertunjukan budaya menjadi elemen kunci dalam perhelatan, menampilkan kesenian tradisional yang mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal. Setiap tarian dan musik dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang menjadi fondasi perdamaian. Melalui ekspresi seni ini, peserta ingin menyampaikan pesan bahwa kerukunan dapat dibangun dari penghargaan terhadap keberagaman dan tradisi.

Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pelaku budaya untuk menyelaraskan langkah dalam menjaga stabilitas sosial. UID Bali menegaskan bahwa peran institusi bukan hanya membangun ekonomi, tetapi juga memelihara nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Dengan pendekatan berbasis budaya, acara ini menunjukkan bahwa perdamaian bukan hanya hasil dari kebijakan, tetapi juga hasil dari kesadaran kolektif.

Tujuan utama dari refleksi ini adalah memperkuat jaringan kerja sama lintas sektor dalam membangun masyarakat yang damai dan berkelanjutan. Dengan mengedepankan nilai Tri Hita Karana—harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan—acara ini menjadi contoh konkret bagaimana budaya dapat menjadi alat diplomasi sosial. Melalui langkah-langkah kolektif, Bali terus menunjukkan peran strategis dalam mempromosikan perdamaian di tengah dinamika global yang kompleks.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya