Bandara Kertajati Jadi Pilihan Alternatif Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Sejumlah penerbangan dialihkan ke Bandara Kertajati menyusul penutupan bandara utama akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibukaKendari, ıNarasikita - Kebijakan pengalihan penerbangan mulai diterapkan menyusul penutupan sementara sejumlah bandara di wilayah Banten dan Jawa Barat akibat dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Bandara Kertajati di Majalengka menjadi salah satu titik penyaluran utama, dengan empat penerbangan Garuda Indonesia yang telah melakukan pendaratan di sana sejak hari sebelumnya. Rencananya, penerbangan dari Jeddah dan Amsterdam juga akan menyusul menggunakan fasilitas tersebut sebagai alternatif.
Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa Kertajati menjadi salah satu dari lima bandara alternatif yang telah dipersiapkan, termasuk di Yogyakarta, Surabaya, Solo, dan Semarang. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus perjalanan penumpang, terutama dari maskapai internasional. Singapore Airlines, misalnya, telah menyesuaikan rute dan mengganti pesawat Boeing 737-800 dengan Airbus A350 yang mampu menampung lebih banyak penumpang, serta memilih Yogyakarta sebagai destinasi pendaratan sementara.
Menteri Perhubungan menekankan pentingnya penggunaan pesawat besar dan bandara alternatif yang telah ditetapkan untuk mempercepat pemulangan warga yang terjebak di luar negeri. Dengan perubahan rute dan penyesuaian armada, pemerintah berharap dapat mengurangi dampak operasional yang ditimbulkan oleh penutupan bandara utama. Selain itu, penerbangan dari dan ke daerah lain tetap dipantau secara ketat untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Sejumlah bandara yang sempat ditutup tetap dalam status penutupan sementara, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Pondok Cabe, Budiarto, Radin Inten II, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Husein Sastranegara. Namun, hasil uji kelayakan di Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatra Selatan menunjukkan tidak ada residu abu vulkanik, sehingga bandara tersebut telah kembali dibuka dan beroperasi normal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


