Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bandara Kertajati Jadi Pilihan Alternatif Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Sejumlah penerbangan dialihkan ke Bandara Kertajati menyusul penutupan bandara utama akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bandara Kertajati Jadi Pilihan Alternatif Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kebijakan pengalihan penerbangan mulai diterapkan menyusul penutupan sementara sejumlah bandara di wilayah Banten dan Jawa Barat akibat dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Bandara Kertajati di Majalengka menjadi salah satu titik penyaluran utama, dengan empat penerbangan Garuda Indonesia yang telah melakukan pendaratan di sana sejak hari sebelumnya. Rencananya, penerbangan dari Jeddah dan Amsterdam juga akan menyusul menggunakan fasilitas tersebut sebagai alternatif.

Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa Kertajati menjadi salah satu dari lima bandara alternatif yang telah dipersiapkan, termasuk di Yogyakarta, Surabaya, Solo, dan Semarang. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus perjalanan penumpang, terutama dari maskapai internasional. Singapore Airlines, misalnya, telah menyesuaikan rute dan mengganti pesawat Boeing 737-800 dengan Airbus A350 yang mampu menampung lebih banyak penumpang, serta memilih Yogyakarta sebagai destinasi pendaratan sementara.

Menteri Perhubungan menekankan pentingnya penggunaan pesawat besar dan bandara alternatif yang telah ditetapkan untuk mempercepat pemulangan warga yang terjebak di luar negeri. Dengan perubahan rute dan penyesuaian armada, pemerintah berharap dapat mengurangi dampak operasional yang ditimbulkan oleh penutupan bandara utama. Selain itu, penerbangan dari dan ke daerah lain tetap dipantau secara ketat untuk memastikan keselamatan penerbangan.

Sejumlah bandara yang sempat ditutup tetap dalam status penutupan sementara, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Pondok Cabe, Budiarto, Radin Inten II, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Husein Sastranegara. Namun, hasil uji kelayakan di Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatra Selatan menunjukkan tidak ada residu abu vulkanik, sehingga bandara tersebut telah kembali dibuka dan beroperasi normal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya