Banjir Bandang Ancam Nepal Akibat Bendungan Alami Meluap
Bendungan alami di wilayah perbatasan Nepal-China mulai meluap, mengancam banjir bandang dan tanah longsor, dengan volume air mencapai 2,5 juta kubik, memperparah risiko bagi tim penyelamat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bendungan alami yang terbentuk dari pertemuan sungai di kawasan perbatasan Nepal dan Tiongkok mulai mengalami peningkatan volume air secara signifikan sejak pagi hari Jumat (28/8), mengancam terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Nepal. Volume air yang telah mencapai 2,5 juta kubik melebihi kapasitas penampungan awal sebesar 2 juta kubik, memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan penduduk dan operasi pencarian serta penyelamatan di daerah rawan.
Tim penyelamat dari Tiongkok, yang beroperasi di dekat desa Gyirong, kini menunggu di lokasi strategis beberapa kilometer dari perbatasan untuk menilai kondisi terkini. Video yang beredar menunjukkan aliran air deras yang mengangkut batuan besar, menandakan potensi kerusakan struktural pada bendungan alami. Kondisi tersebut membuat operasi evakuasi dan pencarian terhambat karena risiko longsor sekunder yang terus terjadi di sekitar area penghalang.
Pejabat tinggi distrik Rasuwa di Nepal mengonfirmasi telah menerima informasi dari otoritas Tiongkok mengenai kondisi danau yang meluap. Salah satu anggota tim penyelamat dari Pangkalan Teknik Anneng di Lhasa, Chen, menyatakan bahwa tanah dan batuan di sekitar danau kini sangat gembur. Ia menekankan bahwa terjadi beberapa kali longsor sekunder saat tim melakukan penilaian, memaksa pihak berwenang untuk siaga penuh dan siap mundur jika terdeteksi pergeseran signifikan.
Kondisi cuaca yang terus memburuk dengan hujan deras menjadi faktor utama yang memperparah ancaman. Peneliti dari Stimson Center, Austin Lord, menyoroti bahwa para ahli kini memantau dua danau penghalang, termasuk satu yang terbentuk di bawah retakan gletser. Ia menegaskan bahwa meskipun kemungkinan jebolnya danau bisa memicu banjir kecil di jalur aliran yang sama, skala bencana tidak akan mencapai tingkat kejadian sebelumnya. Namun, risiko terhadap tim penyelamat yang beroperasi di koridor sungai tetap tinggi.
Tantangan utama dalam beberapa hari ke depan adalah peningkatan volume air akibat curah hujan yang terus berlanjut. Jika tidak ada penurunan cuaca, risiko kegagalan bendungan alami akan meningkat, yang dapat memicu dampak serius terhadap infrastruktur dan kehidupan masyarakat di sepanjang aliran sungai.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Topan Champi melanda China setelah merusak Taiwan dan pulau selatan Jepang, menyebabkan evakuasi massal, pemadaman listrik, dan pembatalan ratusan penerbangan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

