Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Banjir Bandang Landa Jalur Trekking Langtang, Ratusan Wisatawan Hilang

Banjir bandang di perbatasan Nepal-China merusak jalur trekking populer Langtang, menyebabkan 644 wisatawan—termasuk 517 asing—hilang atau belum bisa dihubungi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 21.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Banjir Bandang Landa Jalur Trekking Langtang, Ratusan Wisatawan Hilang📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peristiwa banjir bandang yang melanda kawasan perbatasan antara Nepal dan China pada Rabu (26/8) menimbulkan dampak serius pada infrastruktur dan keselamatan wisatawan di kawasan trekking Langtang. Daerah yang terdampak mencakup Distrik Rasuwa, salah satu akses utama menuju kawasan alam yang menjadi destinasi favorit pendaki dan pelancong. Titik awal trekking, Syabrubesi, dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat arus deras yang menghancurkan jembatan dan jalan setapak.

Langtang, yang terletak sekitar 130 kilometer di utara Lembah Kathmandu dan berdekatan dengan perbatasan dengan Tibet, merupakan salah satu dari tiga destinasi trekking utama di Nepal, sejajar dengan rute Everest dan Annapurna. Wilayah ini mencakup Langtang National Park dan dikenal karena kombinasi alamnya yang menakjubkan, termasuk pemandangan Gunung Langtang Lirung, hutan pegunungan, gletser, dan danau-danau di ketinggian tinggi. Selain keindahan alam, kawasan ini juga menjadi rumah bagi masyarakat adat Tamang, yang turut menjadi bagian dari pengalaman budaya wisatawan.

Jalur utama yang sering dilalui adalah Langtang Valley Trek, yang dimulai dari Syabrubesi dan berakhir di Kyanjin, mencakup rute melalui Bamboo, Lama Hotel, Ghora Tabela, dan Langtang, dengan ketinggian akhir mencapai sekitar 3.800 meter di atas permukaan laut. Selain itu, ada juga Gosaikunda—danau suci di ketinggian 4.380 meter—serta Tamang Heritage Trail yang menawarkan eksplorasi desa-desa tradisional. Namun, bencana alam ini kini mengganggu akses dan menghentikan sementara aktivitas wisata.

Menurut laporan terkini, sebanyak 644 wisatawan—termasuk 517 wisatawan asing dan 127 lokal—dilaporkan hilang atau belum dapat dihubungi setelah bencana terjadi. Operasi pencarian dan evakuasi masih berlangsung di wilayah yang terisolasi dan terdampak parah. Kondisi medan yang sulit serta cuaca ekstrem menjadi tantangan utama bagi tim penolong.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya