Bantuan Berkelanjutan Dorong Produktivitas Nelayan Bantul
KKP dan DPR RI salurkan bantuan berupa benih ikan, perlengkapan keselamatan, sertifikat mutu, dan fasilitas pendidikan untuk tingkatkan kesejahteraan nelayan di Bantul.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 21.17 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Komisi IV DPR RI menyerahkan sejumlah bantuan strategis kepada nelayan dan keluarga mereka di Kabupaten Bantul, dalam rangkaian Bulan Bakti KKP memperingati ulang tahun kementerian ke-27. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Nelayan Merah Putih Poncosari, Kapanewon Srandakan, dengan fokus pada peningkatan produktivitas sektor perikanan dan penguatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Penyaluran bantuan mencakup 50.000 ekor benih ikan untuk lima kelompok budidaya, 100 bibit cemara laut, serta 100 paket peralatan sekolah untuk anak-anak nelayan. Selain itu, sebanyak 83 nelayan mendapatkan fasilitasi pendaftaran jaminan sosial ketenagakerjaan, sementara 50 paket perlengkapan keselamatan melaut, termasuk rompi pelampung dan alat komunikasi HT, diserahkan untuk memperkuat keselamatan di laut.
Sebagai bentuk peningkatan nilai tambah produk perikanan, KKP juga menyerahkan sertifikat mutu dan keamanan hasil tangkapan, meliputi Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB), dan Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) untuk kapal perikanan. Penyerahan sertifikat ini bertujuan meningkatkan daya saing produk perikanan lokal di pasar domestik maupun ekspor.
Dalam kesempatan yang sama, diselenggarakan pula kegiatan sosial seperti khitanan massal gratis, donor darah, pemeriksaan kesehatan, bazar produk perikanan, serta penanaman vegetasi pesisir dan bersih pantai. Kegiatan ini menunjukkan pendekatan menyeluruh dalam mendukung keberlanjutan ekosistem laut dan kesejahteraan sosial masyarakat pesisir.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang menjangkau langsung ke akar rumput. Ia menekankan pentingnya bantuan berkelanjutan, termasuk penyediaan lemari pembeku, peralatan pengolahan ikan untuk usaha kerupuk, dan fasilitas pendukung lainnya, yang telah diimplementasikan sebelumnya di wilayah Galur, Kulon Progo. Program ini, menurutnya, menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekonomi perikanan berkelanjutan di tingkat lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

