Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bantuan Desa Harus Dorong Ekonomi Berkelanjutan

Menteri Desa menekankan pentingnya memperkuat pemberdayaan ekonomi melalui bantuan yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi memicu produksi berkelanjutan dan kemandirian desa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 12.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bantuan Desa Harus Dorong Ekonomi Berkelanjutan
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Program bantuan untuk desa harus dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang, bukan sekadar penyaluran dana semata. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menegaskan bahwa setiap intervensi harus mendorong produktivitas dan memanfaatkan potensi lokal secara optimal. Tujuannya adalah agar bantuan tidak sekadar mengisi kebutuhan sementara, melainkan menjadi pendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Dalam pertemuan dengan Bupati Aceh Barat, Menteri menyampaikan bahwa infrastruktur seperti jalan atau fasilitas pertanian harus dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan dan produksi komoditas unggulan. Ia mencontohkan desa yang berfokus pada produksi telur, cabai, atau komoditas khas lainnya sebagai bentuk pemberdayaan berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, desa tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi aktor utama dalam ekosistem ekonomi lokal.

Pengembangan desa tematik menjadi kunci utama dalam memperkuat sistem pangan nasional, khususnya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri menekankan bahwa bahan baku MBG harus berasal dari desa-desa produsen, bukan dari luar wilayah. Dengan mengelola potensi desa secara terintegrasi, diharapkan terbentuk kawasan dengan spesialisasi tertentu, seperti desa petelur atau desa cabai, yang saling mendukung melalui kerja sama antardesa.

Untuk memperkuat kemitraan dan skala produksi, diperlukan pembentukan Badan Usaha Desa Bersama (BUMDesma). Melalui mekanisme ini, potensi ekonomi desa dapat dikonsolidasikan, menghasilkan rantai nilai yang utuh dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, akses pasar lebih luas, produksi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat desa dapat terus terjaga secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya