Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bantuan Sosial Disalurkan ke Korban Gempa Ruteng

Kemenimipas menyalurkan bantuan sosial dan meninjau kerusakan Rutan Ruteng pasca-gempa 15 Agustus 2026, didampingi Dirjenpas Mashudi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bantuan Sosial Disalurkan ke Korban Gempa Ruteng
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyerahkan bantuan sosial langsung kepada masyarakat dan aparatur terdampak bencana gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Penyerahan dilakukan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi di Rutan Kelas IIB Ruteng, Kamis (3/9/2026), sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi pasca-bencana yang melanda wilayah tersebut sejak 15 Agustus 2026. Bantuan diberikan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, jajaran Rutan, warga binaan pemasyarakatan, keluarga mereka, serta kantor imigrasi di Labuan Bajo.

Bantuan yang disalurkan berasal dari donasi internal Kemenimipas, mencakup 20 ton beras, 2.000 selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 tray telur, 1.000 dus mi instan, serta obat-obatan dan multivitamin. Selain itu, dukungan juga datang dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Persatuan Ibu-ibu Pemasyarakatan (PIPAS), menunjukkan komitmen kolektif dalam upaya pemulihan pasca-bencana. Penyaluran dilakukan secara terpadu untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan merata.

Mashudi menegaskan bahwa pemantauan kondisi terus dilakukan guna memastikan kebutuhan pemulihan terpenuhi secara terkoordinasi dan tepat waktu. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi musibah, dengan menyatakan bahwa tidak ada pihak yang dibiarkan sendiri dalam menghadapi tantangan pasca-bencana. Upaya ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas internal Rutan dan kenyamanan warga binaan di tengah situasi sulit.

Pihaknya juga melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi fisik Rutan Kelas IIB Ruteng yang mengalami kerusakan akibat gempa. Tinjauan dilakukan bersama jajaran Kanwil Ditjenpas NTT guna menilai kerusakan struktural dan menyiapkan langkah perbaikan jangka panjang. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemulihan menyeluruh yang tidak hanya menyangkut kebutuhan dasar, tetapi juga keamanan dan fungsi institusi pascabencana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya