Batu Peringatan Kelaparan Muncul di Sungai Rhine Akibat Kekeringan Ekstrem
Surutnya air Sungai Rhine di Jerman mengungkapkan batu-batu sejarah bernama Hungersteine, simbol peringatan krisis air dan kelaparan akibat kondisi kekeringan parah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 11.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Permukaan Sungai Rhine di wilayah Worms kembali menampilkan Hungersteine, atau yang dikenal sebagai "batu kelaparan", setelah airnya menyusut secara signifikan akibat musim kemarau panjang dan gelombang panas berkepanjangan. Batu-batu tersebut, yang sebelumnya terendam, kini terpapar sebagai bukti nyata penurunan debit air yang mengancam ekosistem dan aktivitas ekonomi di sepanjang aliran sungai.
Hungersteine bukan sekadar batu biasa, melainkan penanda hidrologis yang dibuat untuk mengingatkan generasi mendatang akan bahaya kekeringan, termasuk ancaman gagal panen dan krisis pangan. Penempatannya di sungai-sungai utama seperti Rhine dilakukan sejak masa lalu sebagai bentuk dokumentasi alamiah dari krisis air yang pernah melanda wilayah Eropa.
Kemunculan kembali batu-batu ini terjadi di tengah kondisi kering yang melanda sebagian besar Eropa, dengan curah hujan jauh di bawah rata-rata dan suhu udara yang terus melonjak. Di beberapa titik, permukaan air sungai bahkan menyusut hingga memperlihatkan artefak yang sebelumnya tersembunyi, seperti perahu nelayan dari era 1990-an yang terlihat kembali di dekat Neuss—objek yang sebelumnya muncul pada 2022.
Sungai Rhine, sebagai jalur transportasi utama bagi komoditas strategis seperti batu bara, biji-bijian, dan produk minyak, kini menghadapi gangguan operasional akibat kedalaman air yang tidak memadai. Rendahnya debit air menghambat kapasitas kapal untuk berlayar, berpotensi menunda distribusi barang dan memengaruhi rantai pasok regional. Fenomena ini menjadi peringatan kuat tentang kerentanan infrastruktur dan ekonomi terhadap perubahan iklim.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


