BEI Minta Penjelasan Soal Ancaman Penurunan Status Pasar
BEI menyatakan siap berkoordinasi dengan OJK dan pemangku kepentingan menyusul peringatan MSCI soal potensi penurunan status pasar Indonesia dari emerging ke standalone market.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 33x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku telah menerima informasi mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar modal Tanah Air dari Emerging Market menjadi Standalone Market, yang diumumkan oleh MSCI pada 15 Oktober 2026. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa pihaknya menghargai proses independen yang dilakukan oleh lembaga penilai global tersebut, namun tetap meminta klarifikasi lebih lanjut terkait dasar pertimbangan dan metode penilaian yang digunakan.
Ia menegaskan bahwa sejumlah reformasi telah dilakukan oleh BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam upaya memperkuat transparansi, integritas, serta kualitas pasar modal nasional. Langkah-langkah tersebut mencakup penyempurnaan regulasi, pengawasan yang lebih ketat, serta penguatan tata kelola perusahaan. Hasilnya, telah mendapatkan respons positif dari investor internasional dan lembaga indeks global lainnya, menunjukkan progres nyata dalam memperbaiki citra pasar.
Jeffrey menekankan bahwa pengumuman MSCI tersebut masih berada dalam tahap konsultasi publik, dengan masa penyerapan masukan hingga 30 April 2027. Artinya, belum ada keputusan final yang dikeluarkan. Pihaknya akan terus memantau perkembangan proses tersebut dan siap memberikan masukan yang diperlukan untuk membuktikan kesiapan pasar Indonesia memenuhi standar pasar berkembang.
Dalam jangka panjang, BEI berkomitmen untuk menjaga stabilitas, efisiensi, dan kepercayaan pasar, baik dari kalangan investor domestik maupun global. Koordinasi intensif dengan OJK dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna memastikan pasar modal Indonesia tetap berjalan secara teratur, adil, dan mampu bersaing di kancah internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

