Belanda Pindahkan 86 Ton Emas ke Inggris untuk Hadapi Ketidakpastian Global
Bank Sentral Belanda memindahkan 86 ton emas dari AS dan Kanada ke London sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan keuangan di tengah ketegangan geopolitik dan perang dagang.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 17.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Bank Sentral Belanda (DNB) telah menyelesaikan operasi pemindahan cadangan emas seberat 86 ton dari fasilitas penyimpanan di Amerika Serikat dan Kanada ke Inggris. Langkah ini dilakukan secara bertahap selama beberapa bulan dan melibatkan pengangkutan fisik serta transaksi jual-beli emas tanpa melebur batangan, guna meminimalkan risiko dalam proses relokasi. Emas hasil pemindahan kini disimpan di Bank of England, yang dikenal sebagai pusat penyimpanan logam mulia paling likuid di dunia.
Pemindahan ini dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap ketidakstabilan geopolitik, terutama dalam konteks ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada yang melibatkan kebijakan tarif besar-besaran. Dalam pernyataan resmi, Presiden DNB Olaf Sleijpen menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan memperkuat kesiapan dan ketahanan finansial Belanda dalam menghadapi risiko eksternal yang mungkin muncul di masa depan.
Dari total cadangan emas Belanda sebesar 612,4 ton pada akhir 2025, sebelumnya 31,3 persen disimpan di New York dan 19,7 persen di Ottawa. Setelah pemindahan, proporsi tersebut turun menjadi masing-masing 18,5 persen. Sementara itu, pangsa emas di London naik signifikan dari 18,1 persen menjadi 32,1 persen, menunjukkan pergeseran strategis dalam distribusi aset. Sisa cadangan tetap disimpan di Belanda sebesar 30,8 persen.
DNB menilai bahwa emas yang berada di London lebih mudah diakses dan diperdagangkan dalam kondisi krisis dibandingkan jika masih berada di wilayah yang terdampak ketegangan politik atau perang dagang. Dengan memanfaatkan likuiditas tinggi di pasar London, Belanda memastikan ketersediaan aset strategis dalam situasi darurat. Keputusan ini menunjukkan komitmen kuat terhadap stabilitas keuangan jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


