Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Beras Subsidi Berubah Warna Jadi Biru, Diberi Nama Baru

Pemerintah resmi meluncurkan beras subsidi dengan nama baru Beras Kita dan kemasan biru, tetap menjaga harga serta kualitas, mulai 20 Oktober 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Beras Subsidi Berubah Warna Jadi Biru, Diberi Nama Baru
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Pangan resmi mengumumkan perubahan identitas produk beras subsidi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Produk tersebut kini dikenal sebagai Beras Kita, dengan kemasan berwarna biru yang menjadi simbol kemenangan menurut Menteri Koordinator Zulkifli Hasan. Ia menyatakan keputusan ini sudah disetujui secara langsung, menilai warna biru sebagai representasi optimisme dan keberhasilan dalam memastikan ketahanan pangan nasional.

Nama baru ini tidak hanya menggantikan SPHP secara formal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi identitas pangan nasional yang lebih konsisten. Selain Beras Kita Medium, pemerintah juga memperkenalkan varian premium dengan label yang sama, mengikuti pola penamaan seperti Gula Manis Kita dan Minyakita. Kata 'Kita' sendiri merupakan singkatan dari Keluarga Indonesia Sejahtera, menekankan nilai kebersamaan dan keterlibatan masyarakat dalam keberlangsungan pangan.

Perubahan ini tidak hanya terjadi pada tampilan luar. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa peningkatan kualitas beras dan layanan distribusi menjadi prioritas utama. Kemasan baru dirancang lebih menarik secara visual agar lebih kompetitif di pasar tradisional maupun modern. Meski demikian, label SPHP tetap tercantum di bagian bawah kemasan, meski dalam ukuran lebih kecil, sebagai bentuk transparansi terhadap program pemerintah.

Peluncuran Beras Kita dijadwalkan pada 20 Oktober 2026, bertepatan dengan awal tahun ketiga masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Perubahan tidak bersifat instan, sehingga stok kemasan lama seperti Befood dan Punokawan tetap berlaku hingga habis. Proses transisi dilakukan secara bertahap untuk mencegah pemborosan dan memastikan kelancaran pasokan tanpa gangguan. Harga jual produk tetap tidak berubah, baik untuk versi medium maupun premium.

Tujuan utama dari transformasi ini adalah menciptakan citra pangan negara yang lebih modern, mudah dikenali, dan dapat bersaing dengan produk swasta tanpa mengorbankan kualitas atau aksesibilitas. Dengan nama dan desain baru, pemerintah berharap masyarakat lebih percaya diri dan merasa terlibat dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya