BGN Batalkan Pengadaan LED Rp535 M, Fokus Efisiensi Anggaran
Kepala BGN membatalkan pengadaan perangkat LED senilai Rp535 miliar karena tidak tercantum dalam pagu dan dinilai tidak dibutuhkan, sambil memperkuat efisiensi anggaran program makan bergizi gratis.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 17.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyetujui pembatalan pengadaan perangkat pencahayaan LED dengan nilai mencapai sekitar Rp535 miliar, setelah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap rencana pengeluaran anggaran. Keputusan tersebut diambil menyusul temuan bahwa alokasi dana untuk proyek tersebut tidak tercantum dalam anggaran resmi, sehingga tidak dapat dilaksanakan sesuai aturan.
Sudaryono menegaskan bahwa setiap pengadaan harus berbasis kebutuhan nyata, bukan sekadar keinginan. Ia menekankan bahwa anggaran negara adalah uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan memberikan manfaat maksimal. "Pengadaan bukan karena ingin, tapi karena benar-benar diperlukan," tegasnya, menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pengeluaran yang tidak berdampak.
Selain pembatalan pengadaan LED, BGN juga melakukan penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari pagu awal sebesar Rp268 triliun untuk tahun 2026, anggaran kini direvisi menjadi sekitar Rp229 triliun, menghemat sekitar Rp39 triliun. Pemotongan ini didukung oleh pembaruan data penerima manfaat yang sebelumnya mencatat 63 juta orang, kini turun menjadi sekitar 56 juta, akibat temuan data ganda dan penerima yang belum menerima manfaat.
Pemutakhiran data juga melibatkan penarikan akses virtual account dari 414 dapur yang tercatat dalam sistem tetapi belum beroperasi, menghasilkan pengembalian dana ke negara sekitar Rp311 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya sistematis BGN untuk memastikan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Sudaryono menyatakan bahwa efisiensi akan terus dilakukan, termasuk kemungkinan penurunan anggaran MBG pada 2027 di bawah Rp200 triliun, jika hasil pembahasan bersama Kementerian Keuangan mendukung. Ia menegaskan komitmen BGN untuk tidak melakukan pengadaan yang tidak bermanfaat, menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, setiap keputusan anggaran akan didasarkan pada prinsip kemanfaatan dan akuntabilitas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


