Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BGN Batalkan Pengadaan LED Rp535 M, Fokus Efisiensi Anggaran

Kepala BGN membatalkan pengadaan perangkat LED senilai Rp535 miliar karena tidak tercantum dalam pagu dan dinilai tidak dibutuhkan, sambil memperkuat efisiensi anggaran program makan bergizi gratis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 17.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BGN Batalkan Pengadaan LED Rp535 M, Fokus Efisiensi Anggaran
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyetujui pembatalan pengadaan perangkat pencahayaan LED dengan nilai mencapai sekitar Rp535 miliar, setelah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap rencana pengeluaran anggaran. Keputusan tersebut diambil menyusul temuan bahwa alokasi dana untuk proyek tersebut tidak tercantum dalam anggaran resmi, sehingga tidak dapat dilaksanakan sesuai aturan.

Sudaryono menegaskan bahwa setiap pengadaan harus berbasis kebutuhan nyata, bukan sekadar keinginan. Ia menekankan bahwa anggaran negara adalah uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan memberikan manfaat maksimal. "Pengadaan bukan karena ingin, tapi karena benar-benar diperlukan," tegasnya, menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pengeluaran yang tidak berdampak.

Selain pembatalan pengadaan LED, BGN juga melakukan penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari pagu awal sebesar Rp268 triliun untuk tahun 2026, anggaran kini direvisi menjadi sekitar Rp229 triliun, menghemat sekitar Rp39 triliun. Pemotongan ini didukung oleh pembaruan data penerima manfaat yang sebelumnya mencatat 63 juta orang, kini turun menjadi sekitar 56 juta, akibat temuan data ganda dan penerima yang belum menerima manfaat.

Pemutakhiran data juga melibatkan penarikan akses virtual account dari 414 dapur yang tercatat dalam sistem tetapi belum beroperasi, menghasilkan pengembalian dana ke negara sekitar Rp311 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya sistematis BGN untuk memastikan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Sudaryono menyatakan bahwa efisiensi akan terus dilakukan, termasuk kemungkinan penurunan anggaran MBG pada 2027 di bawah Rp200 triliun, jika hasil pembahasan bersama Kementerian Keuangan mendukung. Ia menegaskan komitmen BGN untuk tidak melakukan pengadaan yang tidak bermanfaat, menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, setiap keputusan anggaran akan didasarkan pada prinsip kemanfaatan dan akuntabilitas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya