BGN Minta Kepala SPPG Sidoarjo Dicopot Usai 500 Santri Keracunan
Deputi BGN meminta pencopotan kepala SPPG Talang Angin pasca-keracunan massal di pesantren Sidoarjo yang menimpa lebih dari 500 orang.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 06.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Garansi Nasional (BGN), Ketut Sumedana, mengusulkan pencopotan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin, Sidoarjo, menyusul kejadian keracunan massal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Peristiwa tersebut menimpa lebih dari 500 individu, sebagian besar adalah santri, setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang disediakan secara rutin.
Ketut menegaskan bahwa tindakan suspensi berat terhadap SPPG Talang Angin telah dilakukan dan berlaku selama 30 hari. Langkah ini diambil sebagai bagian dari respons awal terhadap insiden yang menggugurkan kepercayaan publik terhadap sistem distribusi makanan bergizi di tingkat daerah. Investigasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan Dinas Kesehatan, sedang berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti keracunan.
Hingga pukul 15.30 WIB, sebanyak 380 korban masih menjalani penanganan medis di RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, 353 orang telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik. Lima pasien masih dirawat di ruang biasa, tanpa membutuhkan perawatan intensif di ICU. Sementara 22 lainnya masih dalam masa observasi karena gejala ringan seperti diare dan gangguan pencernaan.
Kepala Humas RSUD Notopuro, Rizqi Maulana, menyampaikan bahwa kondisi para pasien yang masih dalam observasi menunjukkan peningkatan signifikan. Ia menegaskan bahwa semua pasien yang dirawat saat ini dalam keadaan stabil dan tidak mengalami komplikasi serius. Upaya medis tetap dioptimalkan untuk memastikan pemulihan total semua korban.
BGN kini fokus pada penanganan kesehatan korban serta pengembangan langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang. Pemecatan kepala SPPG, menurut Ketut, merupakan bagian dari proses pertanggungjawaban institusional yang harus dilakukan demi menjaga integritas program kesejahteraan pangan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 digelar malam hari di Pantai Marina Boom dengan konsep glow in the dark, menggabungkan seni tradisi dan teknologi modern untuk menarik generasi muda.
25 Oktober 2026

Program Pengawal Energi 2026 Diluncurkan untuk Perkuat Pengawasan BBM
Pemerintah resmi meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan di 3.679 SPBU melalui pemberdayaan putra-putri daerah.
25 Oktober 2026

Cak Imin Dorong Pemberdayaan bagi Penerima Bansos
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menekankan pentingnya anggaran pemberdayaan untuk penerima bantuan sosial guna kurangi ketergantungan dan tingkatkan kemandirian ekonomi.
25 Oktober 2026

Bandara Baru Sydney Mulai Beroperasi 24 Jam
Bandara Internasional Western Sydney resmi membuka penerbangan penumpang perdana dengan rute ke Gold Coast, menawarkan layanan nonstop 24 jam sehari.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

Demonstrasi Anti-Sistem di Barcelona Ricuh, 100 Orang Ditangkap
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

