Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BGN Minta Kepala SPPG Sidoarjo Dicopot Usai 500 Santri Keracunan

Deputi BGN meminta pencopotan kepala SPPG Talang Angin pasca-keracunan massal di pesantren Sidoarjo yang menimpa lebih dari 500 orang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 06.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BGN Minta Kepala SPPG Sidoarjo Dicopot Usai 500 Santri Keracunan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Garansi Nasional (BGN), Ketut Sumedana, mengusulkan pencopotan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin, Sidoarjo, menyusul kejadian keracunan massal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Peristiwa tersebut menimpa lebih dari 500 individu, sebagian besar adalah santri, setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang disediakan secara rutin.

Ketut menegaskan bahwa tindakan suspensi berat terhadap SPPG Talang Angin telah dilakukan dan berlaku selama 30 hari. Langkah ini diambil sebagai bagian dari respons awal terhadap insiden yang menggugurkan kepercayaan publik terhadap sistem distribusi makanan bergizi di tingkat daerah. Investigasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan Dinas Kesehatan, sedang berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti keracunan.

Hingga pukul 15.30 WIB, sebanyak 380 korban masih menjalani penanganan medis di RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, 353 orang telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik. Lima pasien masih dirawat di ruang biasa, tanpa membutuhkan perawatan intensif di ICU. Sementara 22 lainnya masih dalam masa observasi karena gejala ringan seperti diare dan gangguan pencernaan.

Kepala Humas RSUD Notopuro, Rizqi Maulana, menyampaikan bahwa kondisi para pasien yang masih dalam observasi menunjukkan peningkatan signifikan. Ia menegaskan bahwa semua pasien yang dirawat saat ini dalam keadaan stabil dan tidak mengalami komplikasi serius. Upaya medis tetap dioptimalkan untuk memastikan pemulihan total semua korban.

BGN kini fokus pada penanganan kesehatan korban serta pengembangan langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang. Pemecatan kepala SPPG, menurut Ketut, merupakan bagian dari proses pertanggungjawaban institusional yang harus dilakukan demi menjaga integritas program kesejahteraan pangan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya