Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BGN Siapkan Skema Insentif MBG Baru Berbasis Produktivitas

Badan Gizi Nasional akan rilis peraturan baru untuk insentif Dapur MBG pekan ini, dengan alokasi disesuaikan kapasitas produksi dan jangkauan pelayanan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BGN Siapkan Skema Insentif MBG Baru Berbasis Produktivitas
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyelesaikan peraturan kepala badan terkait penyesuaian skema insentif bagi Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rencananya, aturan baru akan dikeluarkan dalam minggu ini, menggantikan sistem insentif tetap Rp6 juta per hari yang berlaku sebelumnya. Kepala BGN, Sudaryono, menyatakan perubahan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan keadilan dan efisiensi dalam penyaluran bantuan.

Dalam konferensi pers singkat di Gedung DPR, Sudaryono menegaskan bahwa sistem yang sebelumnya menerapkan alokasi seragam untuk semua dapur dinilai kurang proporsional. “Tidak adil jika semua SPPG mendapat jumlah insentif yang sama, padahal kapasitas dan jangkauan layanannya sangat berbeda,” ujarnya. Perubahan ini dimaksudkan agar insentif lebih mencerminkan realitas operasional tiap sentra.

Skema baru akan mempertimbangkan faktor produksi harian dan jumlah penerima manfaat yang dilayani. Misalnya, dapur yang melayani seribu penerima manfaat tidak akan diberi insentif sama dengan yang hanya menjangkau 500 orang, meskipun keduanya berjarak fisik sekitar 200 hingga 500 meter. Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, sebelumnya menekankan pentingnya perbaikan sistem agar alokasi dana lebih akuntabel dan berdampak langsung pada kualitas pelayanan.

Penerapan insentif berbasis kapasitas diharapkan dapat mendorong efisiensi operasional dan memperkuat kualitas makanan bergizi yang disalurkan. Dengan skema yang lebih adil, diharapkan SPPG dapat meningkatkan produktivitas tanpa tekanan finansial, serta memberikan pelayanan yang lebih merata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya