BGN Siapkan Skema Insentif MBG Baru Berbasis Produktivitas
Badan Gizi Nasional akan rilis peraturan baru untuk insentif Dapur MBG pekan ini, dengan alokasi disesuaikan kapasitas produksi dan jangkauan pelayanan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyelesaikan peraturan kepala badan terkait penyesuaian skema insentif bagi Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rencananya, aturan baru akan dikeluarkan dalam minggu ini, menggantikan sistem insentif tetap Rp6 juta per hari yang berlaku sebelumnya. Kepala BGN, Sudaryono, menyatakan perubahan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan keadilan dan efisiensi dalam penyaluran bantuan.
Dalam konferensi pers singkat di Gedung DPR, Sudaryono menegaskan bahwa sistem yang sebelumnya menerapkan alokasi seragam untuk semua dapur dinilai kurang proporsional. “Tidak adil jika semua SPPG mendapat jumlah insentif yang sama, padahal kapasitas dan jangkauan layanannya sangat berbeda,” ujarnya. Perubahan ini dimaksudkan agar insentif lebih mencerminkan realitas operasional tiap sentra.
Skema baru akan mempertimbangkan faktor produksi harian dan jumlah penerima manfaat yang dilayani. Misalnya, dapur yang melayani seribu penerima manfaat tidak akan diberi insentif sama dengan yang hanya menjangkau 500 orang, meskipun keduanya berjarak fisik sekitar 200 hingga 500 meter. Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, sebelumnya menekankan pentingnya perbaikan sistem agar alokasi dana lebih akuntabel dan berdampak langsung pada kualitas pelayanan.
Penerapan insentif berbasis kapasitas diharapkan dapat mendorong efisiensi operasional dan memperkuat kualitas makanan bergizi yang disalurkan. Dengan skema yang lebih adil, diharapkan SPPG dapat meningkatkan produktivitas tanpa tekanan finansial, serta memberikan pelayanan yang lebih merata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


