BI Perkuat Pengawasan Transaksi Valas untuk Jaga Stabilitas Rupiah
Bank Indonesia menargetkan rupiah menguat di kisaran Rp17.300–17.800 per dolar AS pada 2027, dengan fokus pada pengawasan pembelian valas oleh institusi keuangan dan korporasi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam kisaran 17.300 hingga 17.800 per dolar Amerika Serikat pada tahun 2027, seiring tantangan stabilitas eksternal yang masih tinggi. Gubernur BI, Destry Damayanti, menyampaikan proyeksi tersebut dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, menekankan bahwa kondisi global yang dinamis menjadi faktor utama dalam perencanaan kebijakan moneter jangka menengah.
Untuk mendukung proyeksi tersebut, BI akan memperkuat penerapan kebijakan ekspor satu pintu dan Peraturan Pemerintah tentang DHE SDA, yang diharapkan mampu meningkatkan aliran devisa dan penerimaan negara. Kedua kebijakan ini dianggap strategis dalam memperkuat cadangan devisa dan memperkuat landasan fundamental nilai tukar rupiah.
Selain itu, BI akan memperluas penggunaan instrumen kebijakan seperti intervensi valas, penyesuaian suku bunga, serta penguatan mekanisme lindung nilai. Upaya ini dilakukan dalam konteks pendalaman pasar uang dan valas, serta pengelolaan likuiditas yang lebih efisien di sektor perbankan dan pasar modal. Koordinasi intensif antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan meningkatkan daya tarik investasi asing.
Penguatan pengawasan terhadap aktivitas pembelian dolar AS oleh bank dan korporasi menjadi fokus utama. BI akan memperketat pelaporan lalu lintas devisa dan bekerja sama erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencegah praktik spekulatif yang dapat mengganggu stabilitas kurs. Tujuan utamanya adalah menjaga kecukupan likuiditas dan memastikan arus valas berjalan sesuai dengan kebijakan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

