Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen September 2026

Sejumlah analis memprediksi Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur September 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 12.03 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen September 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada bulan September 2026 diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada angka 5,75 persen. Prediksi ini didukung oleh empat dari lima ekonom dan analis keuangan yang diwawancarai, termasuk Josua Pardede dari Bank Permata, Rully Arya Wisnubroto dari Mirae Asset, serta Muhammad Faisal dari CORE Indonesia. Mereka menilai keputusan tersebut sudah tepat mengingat sejumlah tekanan eksternal telah sebagian besar diantisipasi sebelumnya.

Alasan utama penahanan suku bunga acuan berasal dari kenaikan 25 basis poin yang telah dilakukan oleh The Fed pada 16 September, yang telah diprediksi sebelumnya. Josua menekankan bahwa menaikkan bunga lagi hanya karena kenaikan The Fed bisa berdampak pada pengetatan moneter yang berlebihan. Ia menilai, BI telah melakukan penyesuaian sebelumnya dengan kenaikan kumulatif 100 basis poin pada Mei-Juni, yang secara efektif menopang stabilitas nilai tukar dan inflasi domestik.

Kondisi ekonomi dalam negeri juga menjadi pertimbangan utama. Inflasi Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19 persen, masih berada dalam target BI yang ditetapkan antara 2,5 persen plus-minus 1 persen. Sementara itu, cadangan devisa mencapai 146,5 miliar dolar AS, setara dengan 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Rupiah bahkan menguat seiring dengan surplus neraca perdagangan yang kembali terjadi pada periode tersebut.

Meski mempertahankan suku bunga, para analis tidak menutup kemungkinan kenaikan di triwulan terakhir tahun ini. Josua memperkirakan jika The Fed kembali menaikkan suku bunga, BI berpotensi menyesuaikan dengan kenaikan 25 basis poin, sehingga BI Rate bisa mencapai 6 persen akhir 2026. Rully Arya menegaskan bahwa keputusan hold bukan berarti negatif bagi rupiah, selama komunikasi kebijakan tetap kredibel dan dilengkapi dengan instrumen pendukung lainnya seperti intervensi pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya