BI Tangani Tekanan Rupiah di Tengah Tanda Tanya Global
Bank Indonesia menegaskan upaya stabilisasi rupiah di tengah depresiasi ke level Rp17.900/US$, dipicu ekspektasi kebijakan moneter AS dan lonjakan yield obligasi AS.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 15.31 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami tekanan signifikan pada perdagangan 24 September 2026, melemah hingga 0,59% ke posisi Rp17.900 per dolar AS. Penguatan dolar AS tercatat sejak pembukaan pasar, dengan rupiah turun 65 poin dari level pembukaan Rp17.835. Penurunan ini menjadi refleksi dari kombinasi faktor global dan domestik yang saling memperkuat tekanan terhadap mata uang nasional.
Pemicu utama berasal dari ekspektasi pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve AS, yang mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun hingga menyentuh 5,11%—level tertinggi sejak 2007. Kondisi ini meningkatkan daya tarik aset dolar AS dan menekan nilai tukar mata uang negara berkembang. Di sisi lain, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memperburuk sentimen pasar, menyebabkan harga minyak Brent melonjak di atas US$100 per barel.
Dari dalam negeri, permintaan valuta asing oleh importir meningkat menjelang akhir kuartal III, menambah tekanan terhadap pasokan valas. Sementara itu, arus keluar modal dari pasar emerging markets turut memperparah pergerakan rupiah. BI menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamental ekonomi, dengan memperkuat mekanisme pasar melalui operasi moneter yang lebih pro-market.
Untuk menopang likuiditas valas, BI memperluas insentif swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) bagi pelaku ekonomi yang membutuhkan pendanaan luar negeri. Skema ini kini mencakup arus masuk modal portofolio, pinjaman luar negeri oleh bank, serta investasi asing langsung. Intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, termasuk transaksi spot, DNDF domestik, NDF offshore, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Kendati mengalami tekanan, BI menilai pergerakan rupiah masih selaras dengan mata uang negara lain di kawasan. Secara kuartal, rupiah menguat 0,46% hingga akhir September. Di sisi ketahanan eksternal, cadangan devisa tercatat mencapai US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, menunjukkan posisi yang cukup kuat. Dengan bauran kebijakan yang terus dioptimalkan, BI menekankan komitmen menjaga nilai tukar rupiah tetap terkendali dalam kondisi volatilitas global yang meningkat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
PT Vaksindo Satwa Nusantara sukses mengekspor vaksin hewan senilai Rp1,9 miliar ke empat negara Afrika sebagai langkah ekspansi pasar pertama di benua tersebut.
24 September 2026

Anggaran Kemenhub 2027 Rp32,9 Triliun, Laut Terbesar
Ditjen Perhubungan Laut menjadi penerima anggaran terbesar di Kemenhub dengan Rp10,49 triliun, menyesuaikan prioritas peningkatan keselamatan dan konektivitas maritim.
24 September 2026

Anggaran 2027 Basarnas Belum Cukup, Kekurangan Rp2,29 Triliun
Basarnas mengalokasikan anggaran Rp1,56 triliun untuk 2027, masih kurang Rp2,29 triliun dari kebutuhan sebenarnya, terutama untuk sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan.
24 September 2026

Pemerintah Masih Rancang Desain Program Rekening Gratis
Pemerintah belum menentukan anggaran detail dan desain pelaksanaan program pembukaan rekening gratis dengan saldo awal Rp50 ribu untuk masyarakat.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

