Biaya Produksi Pangan Indonesia Masih Tinggi, Zulhas Soroti Ketergantungan Bibit Impor
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti disparitas biaya produksi beras dan tebu antara Indonesia dengan tetangga seperti Vietnam dan India, sekaligus menekankan urgensi perbaikan sistem pertanian nasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengungkapkan bahwa biaya produksi beras di Indonesia mencapai Rp12 ribu per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan Vietnam yang hanya membutuhkan Rp3.800 per kilogram. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Zulkifli Hasan dalam acara peluncuran buku yang mengangkat isu pangan berkelanjutan di Jakarta. Ia menekankan bahwa perbedaan tersebut bukan semata soal harga, melainkan cerminan dari ketertinggalan dalam teknologi, pengelolaan lahan, dan penggunaan varietas unggul.
Tidak hanya beras, keterbelakangan juga terjadi pada komoditas lain seperti tebu. Di Lumajang, biaya produksi tebu mencapai Rp14 ribu per kilogram, sementara di India dan Brasil hanya sekitar Rp4 ribu. Zulhas menilai disparitas ini mengancam daya saing produk pertanian nasional, terlebih saat Indonesia masih bergantung pada bibit impor untuk sebagian besar tanaman pangan.
Ia mencontohkan produksi kedelai, di mana produktivitas di Indonesia hanya mencapai 1 ton per hektare karena keterbatasan varietas unggul. Di negara yang telah mengadopsi rekayasa genetik, produktivitas bisa mencapai 10 ton per hektare, sehingga harga kedelai dalam negeri menjadi tiga hingga empat kali lebih mahal. Kondisi ini berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap pangan bergizi, terutama di wilayah dengan pendapatan rendah seperti NTT dan Papua.
Zulhas juga menyampaikan bahwa tingkat pendapatan per kapita Indonesia masih di bawah US$5.000, jauh di bawah Thailand yang telah mencapai US$8.000. Di tengah pendapatan yang rendah, masyarakat justru harus membayar pangan dengan harga lebih tinggi, yang berpotensi mengganggu kesehatan dan pertumbuhan generasi muda. Ia menekankan bahwa keberhasilan program swasembada pangan harus dilakukan secara bertahap, mulai dari beras dan jagung, kemudian menyusul gula, garam, ikan, dan daging.
Pada sektor perikanan, pemerintah menghadapi tantangan ketersediaan bibit dan pakan dalam program pengembangan 40 ribu kawasan tematik. Meskipun lahan dan air tersedia di berbagai daerah, keberlanjutan budidaya masih terhambat karena ekosistem pendukung belum terbangun secara utuh. Zulhas menegaskan bahwa perbaikan sistem pangan bukan hanya soal hasil produksi, tetapi juga soal keseluruhan ekosistem yang harus diperkuat secara menyeluruh.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


